Gareth Bale benar-benar jadi pembeda pada pertandingan final Liga Champions antara Real Madrid kontra Liverpool. Baru dimainkan pada babak kedua, Bale tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Tidak hanya satu gol yang dicetaknya, melainkan dua seperti isi Sarimi. Meski Loris Karius lebih banyak berperan pada gol kedua, gol pertama Bale dapat dikatakan ‘sensational’, ‘golazo’, atau bahkan ‘jebreetttttt’.

Berkat dua golnya yang mengunci kemenangan “El Real”, Bale terpilih menjadi pemain terbaik pada laga final yang dilangsungkan di Kiev tersebut. Jelas terbaik, tak mungkin Karius yang dipilih sebagai pemain terbaik pilihan pemirsa meski terbaik di kalangan netizen buat jadi bahan meme alias “Memeable”.

Pemain kelahiran Wales tersebut memang tidak dimainkan sejak awal. Ia baru masuk di babak kedua untuk menggantikan Isco tepatnya menit ke-61. Pada saat itu skor masih berimbang 1-1.

Namun tidak lama setelah masuk ke lapangan, Bale langsung unjuk gigi tanpa harus mangap-mangap. Ia mencetak sebuah gol akrobatik yang sepertinya akan lebih sulit dilakukan jika sambil makan lontong.

Berawal dari permainan terbuka, Marcelo melepaskan umpan lambung ke daerah kotak penalti. Mungkin dia juga asal-asalan, yang penting bola terkirim ke tengah. Namun tanpa diduga-duga, bahkan oleh Roy Kiyoshi maupun Roy Suryo sekalipun, Bale tiba-tiba langsung melompat untuk menyambut bola yang tidak sampai setinggi pohon kelapa.

Bale kemudian melakukan tendangan salto atau bicycle kick atau dalam bahasa lokal lebih dikenal dengan sebutan tendangan sepeda. Tendangan yang sepertinya tidak selelah dibanding menendang kick starter Vespa mogok itu terlambat diantisipasi dengan cepat oleh para pemain Liverpool.

Karius yang sudah melompat ke arah bola pun tak mampu membendungnya. Ia hanya terbang formalitas sambil melihat bola masuk ke dalam gawang. Sayang saja Karius tidak melihat gol tersebut sambil ganyem keripik sama minum soda. Lebih enak tentu untuk menyaksikannya seperti itu.

Gol tersebut pun seperti kemudian meruntuhkan mental para pemain Liverpool. Memang seperti yang dikatakan tadi, itu gol bukan sembarang gol. Tetapi merupakan gol ‘sensational’, ‘golazo’, atau ‘jebreetttttt’.

Banyak pihak pun yang kemudian membandingkan gol tersebut dengan gol Zinedine Zidane saat final Liga Champions tahun 2002. Apalagi assist yang diberikan pun juga oleh bek kiri asal Brasil. Marcelo kepada Bale, Roberto Carlos kepada Zidane. Kala itu Zidane bermain untuk Real Madrid dan menghadapi Bayer Leverkusen.

Namun Zidane melihat bahwa kedua gol tersebut berbeda dan memilih memuji kualitas gol Bale. Jelas lebih susah karena Bale tak melihat gawang dan melakukannya sambil melompat yang belum bisa dilakukan oleh Tsubasa dan Anya Geraldine sekalipun.

“Kedua gol ini sangat berbeda. Akan tetapi, gol Bale kali ini sangat indah. Itu sangat luar biasa,” kata Zidane dikutip dari Kompas.

Pujian juga tak cuma datang dari pelatihnya sendiri. Tapi juga segenap warga yang menyaksikannya. Bahkan legenda-legenda pesepak bola dunia. Salah satunya Ryan Giggs.

“Pemain hebat muncul di saat yang tepat dan mampu membuat perbedaan, dan Bale sudah dua kali melakukan itu di laga final Liga Champions,” ucap Giggs.

https://twitter.com/SoccerAM_/status/998917242107637760

Bale pun sama mengaku senang bisa mencetak gol seperti itu yang mungkin akan sangat jarang kita saksikan ada pertandingan bola basket maupun bulu tangkis. Ia bahkan mengatakan bahwa golnya adalah yang terbaik di final liga Champions.

“Itu harus menjadi gol terbaik di final Liga Champions, tidak ada panggung yang lebih besar. Saya senang bisa menang,” ucapnya. Namun demikian Bale nampak kecewa karena tidak dimainkan sejak awal laga.

“Jelas saya sangat kecewa untuk tidak jadi stater, saya merasa saya pantas mendapatkannya. Namun, pelatih (Zinedine Zidane) membuat keputusan. Yang terbaik yang saya lakukan adalah bermain dan membuat dampak, dan saya melakukannya,” ucap Bale dikutip dari Kompas.

Namun jangan lupa ketidak-starterannya Bale membawa berkah. Kalau saja dimainkan sejak menit awal, belum tentu dia bisa bikin gol kemenangan. Malah bisa saja mencetak gol ke gawang sendiri sampai lima kali.

Main photo: Sports Illustrated.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here