Sebagai seorang legenda yang tak terpisahkan dari Inter Milan, Javier Zanetti sangat sedih melihat kondisi timnya yang mengenaskan. Sampai-sampai, dia rindu masa-masa waktu jadi pemain dan meraih gelar yang selalu dibanggakan para Interisti di seluruh penjuru dunia.

Inter memang sedang terseok-seok dalam beberapa musim terakhir. Kalimat “Kita lihat musim depan, Inter bakal lebih kuat” seolah hanya de javu saja karena faktanya tak demikian.

Itulah yang membuat Zanetti rindu masa-masa itu. Masa waktu dia masih lucu-lucunya, mengangkat trofi Liga Champions dan meraih treble pada musim 2009/10. Zanetti yang kini menjabat wakil presiden di Inter itu ingin agar timnya dapat mengingat-ingat momen tersebut agar sejarah kesuksesan dapat terulang.

“Saya memiliki banyak kenangan indah bersama Inter. Namun jika harus memilih satu, saya tidak akan pernah melupakan kemenangan di Madrid pada 2010. Itu merupakan malam yang tak terlupakan,” ucap Zanetti yang kalau dibalik jadi Ittenaz.

Zanetti merasa kalau “La Beneamata” saat ini masih terlena masa-masa kejayaan itu. Padahal itu juga sudah tujuh tahun yang lalu, di mana Dul Ahmad Dhani masih kelas 5 SD. Itu juga kalau sekolah.

Pria yang wajahnya mirip Wulan Guritno itu kemudian mengingatkan agar Mauro Icardi dan kawan-kawan untuk mengenang kekalahan. Supaya selalu ingat kalau sesungguhnya manusia itu tak sampai seujung kuku-nya alam semesta.

Dengan mengingat kekalahan, diharapkan Inter bisa bangkit dari lubang got yang paling dalam. Belajar dari kesalahan, membuka kembali lembar ingatan lama kenapa bisa melakukan kesalahan dengan mantan.

“Kenangan tentang kekalahan juga penting agar kami bertambah kuat karena kami akan belajar bagaimana caranya bangkit. Untuk jadi pemenang, Anda harus merasa kalah terlebih dahulu,” tutur pria berusia 43 tahun itu.

Main photo: Calcio e Finanza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here