Nasib Atalanta si anak bawang Liga Champions musim ini cukup tragis. Baru main pertama kali, sudah langsung dibantai tanpa ampun oleh Dinamo Zagreb. Benar-benar tidak ada rasa simpatinya barang dikit.

Padahal Dinamo Zagreb ini juga tim yang suka dibantai sama tim-tim level atas Eropa. Mungkin ini aji mumpung, mumpung lawannya belum pernah mendengar lagu Liga Champions secara langsung, jadi disikat sampai babak belur.

Baru babak pertama, Zagreb sudah sukses membuat tiga gol Marin Leovac dan Mislav Orsic yang membuat dua gol. Sementara Atalanta memang masih kikuk main di level model begini.

Semoga saja mereka tidak kapok, lalu mengundurkan diri di laga berikutnya. Soalnya di babak kedua, Orsic kembali menggenapkan hasil jadi 4-0. Makin parah kalahnya.

Pelatih Gian Piero Gasperini mengakui kalau pada awal-awal timnya belum bisa menemukan ritme permainan. Mungkin ya itu tadi, kagok namanya juga menjalani laga debut.

Contohnya saja menantu baru, habis nikah langsung tinggal rumah mertua, pasti hari pertama juga bingung mau ngapain. Mau sok-sok nyapu dan ngepel takut dikira pencitraan. Ujung-ujungnya basa-basi sama mertua.

“Zagreb jauh lebih bagus dari kami, dari sisi kecepatan, umpan, dan intensitas, kami baru bisa seimbang di babak kedua dan membuat peluang,” kata Gasperini.

“Kami adalah tim yang tiba-tiba main di level tertinggi. Tentu hal pertama selalu sulit, tapi situasi ini membuat Anda akan belajar dan dewasa. Saya katakan kepada pemain, Zagreb beri pelajaran buat kita agar kita bisa lebih cepat bergerak, lebih cepat memindahkan bola, dan lebih berkualitas dalam hal permainan.”

Main photo: HNS_CFF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here