Manajemen PSMS Medan akhirnya mengakhiri kerja sama dengan dua asisten pelatih yaitu M. Yusuf Prasetyo dan Suwanda. Entah kalau sudah berakhir kerja sama, apakah akan dilanjutkan dengan main sama.

Keputusan tersebut lantas kini menjadi warning bagi pelatih kepala Djajang Nurdjaman. Apakah keputusan tersebut akan berpengaruh secara langsung kepadanya?

Jelas saja, sebab kini Djajang dipastikan tidak akan ditemani dua asisten tersebut lagi. Namun untuk urusan masa depan Djajang sebagai pelatih PSMS, itu masih menjadi tanda tanya. Tentu saja bukan tanda seru apalagi tanda-tandanya bunga asmara kini bersemi sekali lagi.

Performa PSMS Medan di Liga 1 Indonesia masih belum konsisten. Kadang menang, kadang kalah, kadang juga imbang. Tetapi belum pernah mereka main lalu kedua tim menang dua-duanya. Apalagi kalah dua-duanya. Itu juga belum.

Setelah 13 laga yang mereka jalani, tim “Ayam Kinantan” hanya mampu bertengger di posisi ke-14 dengan raihan 15 poin saja. Bersyukur seharusnya, sebab ayam biasanya bertengger kalau tidak di pagar rumah, ya di dahan pohon saat malam tiba.

Apalagi sebelum libur panjang ini, PSMS dipermalukan saat menjamu Persib Bandung di kandang sendiri. Mereka kalah dengan skor telak 0-3. Kalau skor tipis misalnya kalah 1-1/2. Itu tipis sekali. Kekalahan tersebut kemudian dikatakan membuat posisi Djajang menjadi tidak aman. Mesti pasang pos satpam seharusnya.

Namun manajemen PSMS hingga kini masih percaya kepada Djajang untuk melanjutkan jabatannya sebagai pelatih. Justru keputusan untuk memecat kedua asisten pelatih yang membuat pelatih yang akrab dipanggil Djanur tanpa kuning itu terancam.

“Kami memang masih memberikan kesempatan kepada Djadjang untuk bisa memperbaiki tim usai lebaran. Namun memang perlu ada perubahan, dan dalam evaluasi memang perlu pergantian asisten,” ujar CEO PSMS Medan, Dodi Taher dinukil dari Liputan6.

Manajemen PSMS lantas bergerak cepat untuk mencari asisten baru sang pelatih. Asistennya jelas bukan dicari asisten rumah tangga. Suharto AD kemudian diplot sebagai asisten baru. Ia akan bekerja dengan pelatih kiper Sahari Gultom yang tetap dipertahankan manajemen.

Walau begitu, Dodi masih tidak menjamin akan kembali dilakukan evaluasi secara bertahap. Hal tersebut akan terjadi jika PSMS tidak menunjukan performa yang lebih baik setelah libur nanti.

“Kami evaluasi secara bertahap demi kembali menanjaknya performa PSMS,” kata Dodi.

 

Main photo: breakingnews.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here