Lazio memastikan diri melangkah ke final Coppa Italia usai menundukkan sahabat sekontrakannya, AS Roma. Kegembiraan terpancar pada raut wajah para pemain Lazio. Tak ada kesedihan di sana, kesedihan adanya di wajah pemain Roma.

Meski pada leg kedua mereka kalah 2-3, “I Biancoceleste”  berhak ke final karena menang agregat 4-3. Di leg pertama, tim asuhannya Simone Inzaghi menang dua gol tanpa belas kasihan.

Pertandingan ini memang banyak golnya, jadi cukup bikin penonton terhibur. Daripada sudah capek-capek bergadang tapi tak ada gol, jadinya bikin kesal. Apalagi kalau tim kesayangannya tersingkir kayak yang dialami Romanisti.

Di laga ini banyak gol dari bola-bola muntah. Sebut saja gol pertama Sergej Milinkovic-Savic, pemain Lazio yang namanya panjang banget memanfaatkan bola muntahannya Ciro Immobile.

Roma menyamakan kedudukan lewat kaki mulus dengan bulu jarang-jarangnya Stephan El Shaarawy. Dia memanfaatkan kesalahan Stefan de Vrij yang kena tanggung dalam menghalau bola.

Lazio kembali unggul setelah Immobile bisa lolos dari jebakan offside. Dengan berlari sendirian tanpa kawalan rekan-rekan apalagi musuhnya, dia menceploskan bola dengan santai. Seolah bermain sendirian, kiper lawan pun tak dianggap.

Gantian Roma yang mencetak gol dari bola muntahan. Berawal dari gerakan cantik El Shaarawy yang memperdayai seorang bek Lazio, kemudian diteruskan dengan menendangnya ke gawang Thomas Strakosha.

Sayang, bola lebih suka dengan tiang gawang. Alhasil dia memantul meski akhirnya dituntaskan oleh Mohamed Salah, pemain yang namanya tak pernah benar.

Salah kembali mencetak gol muntahan yang lagi ngetren di laga ini. Kali ini dapat dari tendangannya Radja Nainggolan yang tak mampu diamankan sempurna oleh Strakosha. Salah pun merebut bola dan memasukkan bolanya ke dalam gawang dengan enak banget.

Tapi apa boleh dikata, Roma cuma bisa menang 3-2. Kalau mereka mau lolos harus menangnya 5-2 karena kalah gol tandang.

Bagi Lazio, tentu ini kemenangan besar. Meski sama-sama main di Olimpico, tapi status leg kedua tuan rumahnya Roma membuat porsi pendukung tuan rumah juga lebih banyak.

Namun, tim berkostum biru muda kayak taksi Blue Bird itu tidak canggung seperti mantu-mantu baru pada umumnya.

“Kemenangan ini sangat fantastis. Kami tahu kami melakukan hal luar biasa karena ini adalah laga derby dan semifinal Coppa Italia melawan Roma. Kami merasa seolah-olah berada di kandang sendiri, bukan Roma, karena penampilan fans yang memukau,” kata Simone, saudaranya Filippo.

Lazio harus bersabar sedikit untuk menunggu calon lawannya di final. Yang jelas, jangan mengharapkan tim gurem macam Vicenza, Pro Vercelli, Perugia, Albinoleffe, Cremonese, sampai Padova.

Tim yang jadi calonnya adalah Napoli atau Juventus. Dua-duanya sama-sama tak enak. Tapi kalau mereka mau mengulang kejayaan Coppa Italia yang pernah mereka dapatkan pada 2012/13, maka niscaya harus mengalahkan mereka.

 

Main photo credit: tvzap.kataweb.it

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here