Seburuk-buruknya keledai tak akan jatuh ke lubang yang sama. Tapi, Barcelona sepertinya lebih buruk dari keledai yang dimaksud dan tak diketahui siapa pemiliknya itu. Untuk kedua kalinya, mereka dijadikan dadar gulung di leg pertama Liga Champions.

Barca sepertinya tidak belajar dari kesalahan saat bertamu ke markas Paris Saint-Germain (PSG) di babak 16 besar. Saat itu, mereka dibantai 0-4 oleh Edinson Cavani dan kawan-kawan sampai bikin banyak warga Paris merasa geer bisa lolos ke babak berikutnya.

Barcelona memang membalikkan keadaan di Camp Nou. Lionel Messi cs sukses melakukan comeback dalam istilah kerennya. Atau remontada dalam bahasa Spanyol dengan keunggulan 6-1. Menang agregat 6-5.

Dasar bandel, tim arahan Luis Enrique ini mengulanginya lagi. Mereka dibantai 0-3 dari Juventus di leg pertama perempat final. Sepertinya mereka enggak kapok-kapok untuk dibantai di leg pertama yang kebetulan selalu terjadi di kandang lawan.

Alhasil, mereka harus mengulangi perjuangan berat lagi di leg kedua. Mana lawannya Juventus pula. Tentu bikin capek dan bikin lelah Hayati saja.

Namun, apa iya Barca bisa melakukan hal yang sama? Memang masih banyak yang optimistis bahwa Barca bisa melakukan hal yang serupa, entah berapa skornya, yang penting lolos.

Apalagi, skornya masih lebih sedikit satu gol ketimbang dijadikan dadar gulung oleh PSG. Ditambah, mereka akan bermain di Camp Nou, kampungnya sendiri.

Kapten tim berkostum merah-biru kayak Spiderman, Andres Iniesta, berpendapat bahwa kekalahan 0-3 dari Juve rasanya tak begitu menyesakkan saat mereka dikalahkan PSG. Dalam sepak bola, tak ada hal yang mustahil, hil yang mustahal.

Kalau Tuhan bilang “terjadilah”, maka “terjadilah”. Sama juga kayak liriknya Kupu-Kupu Malam, lagunya Titiek Puspa yang dikumandangkan lagi oleh Peter Pan.

“Kenangan di Paris? Kami tidak merasa seburuk seperti di Paris ketika itu. Tapi, jalanan ini sangat terjal. Jika kami bisa melakukan yang seharusnya, maka kami bisa membalikkan keadaan,” kata pemain bertampang culun itu, tapi skill-nya jago.

Namun, sang pelatih justru berpendapat sebaliknya. Enrique malah pesimistis timnya bisa mengulangi hal yang mustahil tersebut.

Dalam hati, Enrique memang berharap timnya bisa lolos. Tapi jika melihat gaya main Juve yang berbeda dengan PSG, rasanya kok ya berat banget.

“Tak penting apakah kekalahan ini adil atau tidak. Laga ini bagaikan babak ketiga PSG kontra Barca. Sangat menyedihkan. Remontada jilid dua? Sekarang jauh lebih sulit,” kata Enrique, sok bijak.

Main photo credit: Barca Blaugranes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here