Entah harus bagaimana lagi menasihati kiper Real Madrid, Keylor Navas. Sudah diberitahu agar lebih berhati-hati, tetap saja ndablek. Alhasil, kiper yang katanya berasal dari Kosta Rika itu kembali melakukan blunder kocak parah saat melawan Real Betis.

Kejadiannya bermula saat tendangan Antonio Sanabria menyusur lemah sekitar 1,2521 cm di atas tanah. Bola awalnya tertangkap oleh Navas. Tapi entah karena bolanya nakal, sang bola yang berbentuk bundar malah terlepas dan luput dari tangkapannya.

Bukannya diamankan dengan tenang, Navas malah gelagapan, padahal tidak ada pemain lawan. Dia panik kayak pengendara motor yang lagi macet-macetan tiba-tiba turun hujan. Bingung mau lari ke mana, meneduh tak bisa, menepi juga tak mungkin. Akhirnya kadung basah.

Bola sebenarnya bisa diamankan jika dia tenang. Tapi yang bikin kocak karena dia panik, bolanya masuk kesentuh tangan sendiri. Dalam tayangan lambat malah seperti orang rabun. Maaf bukan maksud menghina, tapi bola yang ada tepat di depan matanya tidak dapat disapu dengan baik. Matanya entah melihat ke mana.

Untunglah, Madrid mampu membalas lewat gol Gareth Bale dan Sergio Ramos, bek yang rajin banget bikin gol. Mereka pun menang 2-1 dan tidak jadi kalah gara-gara Navas.

Melihat aksi konyolnya sendiri, kiper berusia 30 tahun itu mengaku salah. Jelas saja, dia sudah tidak bisa ngeles lagi kayak bajaj.

“Untuk gol Betis, saya sudah menghentikan bola, dan ketika saya mencoba untuk mengamankannya, posisi saya bukan yang terbaik. Saya menyentuhnya dan sayangnya bola malah masuk,” ujarnya, mencoba menjelaskan.

Sang rekan, Cristiano Ronaldo, juga tak habis pikir mengapa kipernya suka melakukan hal-hal tak penting. Itu sudah kesekian kalinya Navas melakukan blunder selama di Madrid. Silakan dilihat sendiri videonya di Youtube.

Menurut Ronaldo, saat gol Betis itu Navas tak kuasa menahan datangnya bola tiba-tiba. Makanya dia gelagapan. “Saya pikir Navas kaget melihat pantulan bola. Dia sempat mengontrolnya tapi gagal,” ujar sang megabintang, berusaha bersimpati.

Entah bagaimana dengan sang pelatih Zinedine Zidane. Apakah akan menghukumnya di kelas atau bagaimana. Ketika diwawancara, Zidane menjawab normatif dan berusaha membelanya. Tapi tak tahu kondisi aslinya di tempat latihan setelah itu.

“Itu adalah bagian dari permainan, bisa saja ada kesalahan. Itu bisa terjadi pada semua orang. Pada akhirnya, dia menyelamatkan kami. Semua tahu betapa pentingnya Navas buat kami, dia membuat penyelamatan yang memberikan kami tiga angka,” ujar pelatih berkepala botak itu.

Main photo credit: Sportal.co.nz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here