Berita mengagetkan dan miris datang dari Paris Saint Germain. Baru-baru ini mereka memecat pelatihnya bernama Thomas Tuchel. Kejadian itu persis di malam Natal. Kasihan sekali Tuchel.

Dipecatnya juga karena alasan non-teknis. Kasihan pokoknya. Hanya karena komentarnya salah diterjemahkan oleh media berbahasa Prancis, dia pun di-PHK.

Jadi ceritanya, Tuchel dipecat karena jawaban kontroversialnya beberapa hari lalu saat diwawancara media asal negaranya, Jerman.

Tuchel memberikan lelucon kalau dia mending jadi politikus atau jadi menteri olahraga (Menpora) ketimbang jadi pelatih PSG karena tekanan yang diberikan PSG sangat besar.

Mendengar hal itu, PSG pun tersinggung. Mereka langsung memutuskan memecat Tuchel tanpa basa-basi. Tanpa ada alasan lagi.

Tuchel mencoba mengklarifikasi. Dia menilai kalau terjemahan ke bahasa Prancisnya salah. Mungkin karena jurnalisnya tidak pakai Google Translate.

“Saya tidak pernah menyebut menangani PSG lebih banyak unsur politiknya ketimbang olahraga. Ini tidak benar. Mungkin saja terjemahannya salah,” kata Thomas Tuchel mengutip dari Mirror, dikutip dari Okezone.

“Coba Anda saksikan lagi video wawancara saya. Saya hanya mengatakan PSG adalah tim yang unik dan itu tantangan bagi saya. Saya suka tantangan ini (menangani PSG) dan tidak ada yang berubah,” lanjut Tuchel.

“Saya memberikan wawancara kepada seorang jurnalis. Namun, hasil wawancara saya dimunculkan oleh jurnalis yang berbeda, itu tidak diperbolehkan. Saya membuat lelucon dalam bahasa Jerman. Terjemahannya tidak benar. Saya tidak dapat menerjemahkannya kata demi kata,” kata pelatih 47 tahun tersebut.

Jahat sekali ini jurnalisnya. Jadi memutuskan rezeki orang. Bagaimana nasib anak dan istri Tuchel? Apakah mau ditanggung oleh jurnalis tersebut?

Lagian PSG juga sense humor-nya rendah sekali. Di mana-mana tuh yang jadi Menpora biasanya berkumis lebat. Tuchel kan tidak sama sekali.

Padahal secara prestasi, Thomas Tuchel memberikan hasil yang lumayan bagus bagi PiEsJi. Hanya 2,5 tahun menangani PSG, Thomas Tuchel sudah memberikan enam trofi.

Dia juga jadi pelatih pertama yang mampu membawa PSG ke final Liga Champions untuk pertama kalinya. Meski akhirnya gagal di tangan Bayern Muenchen.

Diganti Pochettino

Beredar kabar, Mauricio Pochettino yang akan menggantikan Tuchel di PSG. Yang kasih kabar tersebut adalah maha guru Fabrizio Romano.

“Mauricio Pochettino mencapai kesepakatan dengan Paris Saint-Germain (PSG), sudah dikonfirmasi. Sekarang waktunya menyiapkan kontrak. Detailnya (termasuk pemilihan asisten pelatih) dan penandatanganan. Era baru segera dimulai,” tulis Fabrizio Romano di akun Twitter-nya @FabrizioRomano, disalin dari Okezone.

Penunjukan Mauricio Pochettino sebagai pelatih PSG sebenarnya tidak mengejutkan. Sejak 2016, pemilik PSG Nasser Al-Khelaifi sudah kesemsem banget sama Pochettino.

Selain mampu mengubah Spurs jadi tim yang disegani, walau masih belum juara, Pochettino juga punya pipi yang chubby. Pokoknya menggemaskan.

Namun, usaha Al-Khelaifi mendapatkan Pochettino terhalang restu presiden Tottenham Hotspur, Daniel Levy. Sekadar informasi, kala itu Mauricio Pochettino berstatus sebagai pelatih Tottenham dan cukup oke juga performanya.

Namun, sejak Desember 2019, Pochettino tak lagi menangani Tottenham. Sejak saat itu, Pochettino menganggur. Meski sempat dikaitkan dengan Manchester United, namun pada akhirnya Mauricio Pochettino menjatuhkan pilhan ke PSG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here