Performa WWWW Milan yang menang terus akhirnya terhenti dijegal Serigala Roma. Para pertandingan bertajuk semi big match ini, tim asuhan Stefano Pioli dipaksa seri 3-3.

Milanisti yang sudah pada girang dan norak banget dengan performa timnya musim ini sudah mulai optimistis gelar Scudetto bisa diraih.

Maklum, melihat Milan berada di puncak klasemen memang merupakan pemandangan yang jarang dijumpai pada era ini. Sudah seperti tukang kue putu keliling, jarang ditemui di komplek-komplek perumahan.

Jadi dimaklumi dan diwajari saja. Meskipun ya baru empat laga. Bisa saja setelah itu Milan langsung LLLLLLLLLLLLL dan seterusnya sampai 30 laga.

Pada laga yang berlangsung sengit ini, kedua belah pihak saling berbalas serangan, berbalas gol, meski tak disertai berbalas pantun. Baru berjalan dua menit, dewa Zlatan Ibrahimovic yang tempat tinggalnya berada di langit kedua mampu mencetak gol.

Umpan manis Rafael Leao yang tak semanis wajahnya itu berhasil disontek oleh Zlatan. Kiper Antonio Mirante pun tertipu, Zlatan langsung selebrasi.

Kira-kira 12 menit kemudian Roma mampu membalas gol Zlatan tersebut. Lewat seorang master asal Bosnia, Edin Dzeko. Kapten Roma itu berhasil menyundul bola memanfaatkan tepisan Ciprian Tatarusana yang meleset.

Di babak kedua, Alexis Saelemaekers bukan Sanchez kembali membawa Milan unggul. Lagi-lagi Leao yang membuat assist bagi rekan setimnya. Tendangan satu sentuhan Saelemaekers yang namanya susah dieja itu mampu bersarang di gawang Mirante.

Makin malam, pertandingan makin seru dan syahdu. Kedua tim menggesek voucher dengan sukses. Pertama diraih Roma saat Pedro dilanggar Ismael Bennacer.

Padahal kalau dilihat-lihat, Bennacer hanya melindungi bola dan sebetulnya minim sekali pelanggaran. Kalau wasit liga lain mungkin bisa dianggap bukan penalti.

Namun berhubung voucher sudah digesek, maka wasit memberikannya dengan cuma-cuma. Jordan Veretout sukses menjadi algojo.

Wasit mungkin merasa melakukan kesalahan memberi penalti kepada Roma. Sebagai ganti rugi, wasit memberikannya secara cuma-cuma juga kepada Milan.

Lagi-lagi penaltinya rada kontroversial. Gianluca Mancini dianggap melanggar Hakan Calhanoglu. Padahal setelah dilihat replay juga minim kontak. Awalnya Mancini meleset dalam menendang bola, tapi Calhanoglu terjatuh akibat body charge yang sebenarnya belum tentu bisa dianggap pelanggaran.

Namun ya wasit punya pandangan lain. Kita hormati saja. Apalagi voucher juga sudah dipesan, nanti kalau tak digesek bisa kesalahan. Lagipula, bukan Italia kalau tak ada kontroversi. Jadi nikmati saja. Toh ujung-ujungnya Juventus yang disalahkan. 😀

Skor 3-2 nyaris bertahan sampai akhir babak kedua. Milanisti sudah bersiap pesta tapi mereka lupa pertandingan berjalan sampai menit ke-90.

Soalnya pada menit ke-84, alias lima menit setelah gol penalti Zlatan, Roma menyamakan kedudukan. Lagi-lagi lewat situasi sepak pojok di mana pemain Roma mampu memanfaatkannya.

Marash Kumbulla mampu menyangkutkan kakinya pada bola yang melintas kencang di depan gawang Tatarusanu. Yang menarik, justru Zlatan yang memberikan assist kepada Kumbulla karena bola sempat mau dihalau tendangan kungfu ala Zlatan, tapi meleset ke belakang.

Kedua pelatih sama-sama ogah kasih komentar soal kinerja wasit di laga ini. Lebih kepada komentar soal permainan masing-masing.

“Saya tidak harus berkomentar, kita semua punya hari dimana kita membuat kesalahan. Dia membuat kesalahan untuk kedua tim,” ujar Paulo Fonseca kepada Sky Sport dikutip Detik.

Saya tidak mau mengomentarinya,” ucap Pioli singkat dan begitu saja. “Kami pulang dengan performa yang memuaskan, tetapi tidak perlu melihat klasemen saat ini. Kami tak menyembunyikannya, terlihat di akhir laga para pemain tak puas (dengan hasilnya).”

SHARE
Previous articleInsigne Ketemu Insigne, Saling Bikin Gol Pede
Next articleIsco KZL Jarang Main Penuh, Zidane Pun Dikeluh
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here