Gianluigi Buffon tak perlu khawatir memikirkan masa depannya setelah pensiun. Apalagi selama masih ada tanggungan Dana Pensiun dan BPJS. Namun, tanggungan dana pensiun saja mungkin tak cukup untuk membiayai anak dan pasangannya.

Ada banyak pilihan bagi pemain kelas dunia macam Buffon yang posturnya tinggi banget kayak tiang penunjuk jalan. Selain ditawari jadi pelatih, dia juga sudah ditawari jabatan penting di Juventus.

Terakhir, kiper berusia 39 tahun itu ditawari jadi menteri olahraga Italia. Semacam Imam Nahrawi-nya sana. Hal itu diungkapkan langsung oleh Vittorio Sgarbi terkait partai politik baru yang dia pimpin, Rinascimento.

Tentu saja, langkah menjadi menteri olahraga tak segampang melipat sarung Wadimor. Rinascimento mesti menang pemilu terlebih dahulu, barulah Buffon jadi menteri.

Ya namanya juga politikus, janji dan jualan dulu yang penting. Apalagi Buffon adalah sosok yang sangat dihormati di Italia, dan image-nya sebagai orang Italia sudah sangat kental. Apalagi dia jago berbahasa Italia. Siapa tahu dengan menjanjikan Buffon jadi menteri olahraga Italia, Sgarbi bakal dapat banyak pemilih.

“Jika kami memenangkan pemilu, Buffon akan kami tunjuk sebagai menteri olahraga olahraga yang baru. Buffon sosok yang seimbang, mewakili Nazionale,” ucap Sgarbi kepada Vanity Fair, dikutip dari Goal. 

Gambar terkait
Source: dnaindia

Selain orang yang seimbang, mantannya Parma itu juga sosok yang ramah kepada semua orang. Jarang sekali lihat Buffon marah-marah di lapangan kepada seseorang.

Siapapun yang menyerangnya, pasti ditanggapi dengan pelukan, ciuman pipi mesra, sampai tempelan jidat hangat dari si abang yang satu itu.

Pertanyaan selanjutnya, apakah Buffon berminat? Sgarbi menjawab iya. Entahlah kalau mas Anang dan mas Dhani. Buffon sepertinya tertarik pada dunia politik yang serba tak pasti itu.

“Dia tertarik pada seni dan politik. Dia menunjukkan minat terhadap tawaran yang diajukan Rinascimento dan memberitahukan hal itu kepada saya. Kami pergi bersama melihat pameran seni di Trieste dan dia mau mendukung kami,” sambungnya lagi.

Untungnya, syarat “khusus” jadi menteri olahraga Italia tak seperti di Indonesia. Yakni harus berkumis. Tengok saja jajaran menteri-menteri olahraga kita, mulai dari Adhyaksa Dault, Andi Mallarangeng, dan Roy Suryo. Sebelumnya juga pernah ada Hayono Isman.

Terakhir, menteri kita yang sekarang, Pak Imam, tetap berkumis meski rada tipis seperti kumis lele. Kalau para warganet bilang, wajahnya mirip Pamannya Boboho. Bercanda, pak!

imam
Sekilas mirip.

Main photo: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here