Pada kompetisi Premier League, West Ham masih meraih rekor 100 persen. Cuma 100 persennya adalah menderita kekalahan. Hal ini membuat bek kanan mereka yang cukup senior, Pablo Zabaleta, mengajak rekan-rekannya memperbaiki penampilan mereka.

West Ham menjadi salah satu klub yang melakukan belanja pemain cukup banyak pada bursa transfer musim panas lalu. Manuel Pellegrini yang ditunjuk menjadi pelatih baru “The Hammers” langsung memborong sembilan pemain ke London Stadium.

Total sekitar 100 juta yang dihambur-hamburkan Pellegrini untuk mendatangkan para pemain baru. Termasuk Mia Khalifa yang sudah direkrutnya. Bisa jadi, performa lembek West Ham karena terpengaruh bagian-bagian lembek Mia Khalifa sehingga jadi tidak fokus. Entah.

Yang pasti niat awalnya, Pellegrini ingin mengubah West Ham menjadi tim yang layak finis di zona Eropa daripada sekedar berjuang dari zona degradasi. Sebab dalam dua musim terakhir, West Ham lebih sering menjadi penghuni jurang degradasi.

Namun keinginan dan realita memang sering bertolak belakang 180 derajat. Setelah empat pertandingan dijalani West Ham di Premier League, mereka menjadi salah satu dari empat klub yang memegang rekor 100 persen.

Ketiga klub lainnya adalah Liverpool, Chelsea, dan Watford yang mencatatkan kemenangan 100 persen alias belum pernah seri ataupun kalah. West Ham pun demikian punya catatan 100 persen. Bedanya, 100 persen milik West Ham adalah kekalahan.

Berniat untuk tidak berada di zona degradasi, nyatanya kini West Ham jadi penghuni tetap zona tersebut setelah menderita empat kekalahan beruntun. Jangankan finis di zona Eropa, dapat satu poin saja belum pernah. Mereka jadi satu-satunya yang punya rekor itu di Premier League musim ini.

Mungkin memang niatnya West Ham begitu. Ingin menjaga rekor 100 persen terus sepanjang satu musim. Soalnya belum pernah ada yang melakukannya, jadi ini kesempatan West Ham membuat sejarah.

“Ini serupa dengan musim lalu ketika kami tidak tampil dengan baik dan itu berat, namun kami tidak menginginkannya. Kami telah melihat tim-tim bagus turun (divisi) sebelumnya, maka kami harus berjuang,” kata Zabaleta dikutip dari Liputan6.

“Kami memiliki kualitas di tim namun para pemain perlu tampil bagus. Anda mempercayai cara ia (Pellegrini) bekerja karena tim-tim yang ia latih sebelumnya,” ujar mantan pemain Manchester City.

Pellegrini sendiri ditunjuk untuk menjadi pelatih untuk menggantikan David Moyes yang dinilai gagal membawa West Ham musim lalu. Zabaleta mengatakan bahwa butuh waktu untuk menaikkan performa.

“Mungkin untuk pertama kalinya ia tidak memiliki kualitas yang sama di tim seperti yang ia latih sebelumnya. Maka mungkin ia akan memerlukan waktu lebih banyak dibanding klub-klub lain untuk membenarkan semuanya,” tambah Zabaleta.

Meski terus mendapatkan hasil buruk, namun sepertinya West Ham akan berpikir dua kali jika ingin memecat Pellegrini. Lain cerita kalau berpikir tiga kali, empat kali, atau enam kali.

Sebab pada kontrak pelatih asal Cile itu, West Ham harus membayar hingga 15 juta pound jika memecatnya. Sebuah blunder dilakukan West Ham sepertinya sebab sang pelatih belum membayar kepercayaan padanya.

Pada tiga laga West Ham berikutnya pun mereka sudah ditunggu lawan berat yaitu Everton, Chelsea, dan Manchester United.

https://twitter.com/AskFansUK/status/1037684339348267008

Main photo: footballtransfertavern.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here