Arsene Wenger bukan cuma suka blunder sebagai pelatih. Tapi blunder-nya bertambah dalam segi ucapan. Pelatih yang sudah jadi kakek-kakek itu salah memberikan pernyataan ucapan selamat kepada George Weah yang jadi presiden Liberia.

Entah bagaimana, mungkin gara-gara kemakan info-info tak jelas sumber dari grup-grup WA yang biasanya suka di-share keluarga sendiri. Wenger memberikan selamat kepada Weah yang telah memenangkan pemilihan umum Liberia dan resmi jadi presiden.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada salah satu mantan pemain saya, yang menjadi presiden Liberia. Jarang sekali Anda memiliki mantan pemain yang bisa menjadi presiden di negaranya,” kata Wenger, sok asyik.

Gambar terkait
Wenger dan Weah pada zamannya. (Source: Twitter)

Ternyata, Weah yang pernah dilatih Wenger saat masih di Monaco itu belum resmi terpilih jadi presiden. Bapak berusia 51 tahun itu masih berjuang bersama 19 kandidat presiden dalam pemilihan hari Selasa kemarin.

Laporan mengenai Weah yang terpilih jadi presiden memang ramai diperbincangkan di media sosial. Termasuk kru Bolatory yang sempat kemakan isu rada hoax itu, tertipu juga.

Weah yang pernah jadi pemain Milan memang diperkirakan analis politik akan lolos ke putaran kedua. Saat ini sedang unggul di 11 dari 15 daerah sehingga besar kemungkinan bisa menang.

Kabar hoax tersebut langsung dikonfirmasi oleh Ketua KPU-nya Liberia, Jerome Korkoya. Partai Liberty yang mengusung Weah juga menyerukan penghentian pengumuman perhitungan hasil pemilu agar tak ada lagi kabar-kabar miring yang bisa menggiring opini.

“Komisi belum mendeklarasikan siapa pemenangnya,” ucap Korkoya, dengan penuh ketegasan.

Hasil gambar untuk george weah
Weah saat di Milan. (Source: My Football Facts & Stats)

“Saya tahu hasil resmi belum keluar, tapi saya pikir Wenger punya kecerdasan lebih baik dari saya. Sejenak saya berpikir mungkin dia menerima telepon dari Weah yang mengonfirmasikan kemenangannya,” ungkap Stanley Kwenda, wartawan BBC, menambahkan.

Itu berarti membuktikan kalau Wenger sama seperti bapak-bapak polos di Indonesia yang mudah kemakan isu. Belum dicek dulu kebenarannya, main asal share di grup-grup WA. Duh, ada-ada saja bapak-bapak zaman ‘now’.

Weah memang sudah ketiga kalinya ikut pemilu. Dalam dua kali usahanya sebelum ini menemui kegagalan. Namun dia tak menyerah.

Sebagai seorang striker nyentrik yang dulu suka pakai sepatu merah, beda dari pemain-pemain pada masanya yang mainstream pakai sepatu hitam. Semoga bisa menang ya, George!

Main photo: Sports Illustrated

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here