Pelatih Arsenal yang saat ini sedang terombang-ambing, Arsene Wenger, sedang mengenang masa-masa indahnya di Arsenal. Maklum, pelatih yang sudah tua itu mulai ramai dibicarakan akan dipecat “The Gunners” akhir musim nanti.

Wenger memang lagi jadi sorotan karena performa Arsenal yang tak kunjung membaik. Dari lima laga terakhir, Arsenal menelan tiga kekalahan. Terakhir mereka dijadikan remah rempeyek oleh Bayern Muenchen.

Dari segi prestasi, pelatih yang lancar banget berbahasa Prancis itu juga tak kunjung memberikan trofi Liga Primer. Padahal, suporter sudah menunggu-nunggu trofi itu sejak zaman Presiden Megawati.

Itulah kenapa, suporter sedikit mendesak manajemen untuk segera mengakhiri kerja sama klub dengan Wenger. Wenger sudah tak dianggap pelatih cerdas lagi karena usianya juga mulai menua, sudah 67 tahun. Mungkin sudah saatnya bagi Wenger untuk menimang-nimang cucu.

Alhasil, kenangan demi kenangan tiba-tiba muncul begitu saja di benak Wenger. Di otaknya tiba-tiba ada yang mengarahkan mouse untuk membuka folder lama tahun 1990-an saat dia masih menangani Arsenal saat lagi lucu-lucunya.

Dia ingat betul saat mengalami kekalahan perdananya menjadi pelatih, langsung mual dan muntah kayak perempuan lagi ngidam. Kalau tidak salah saat menangani Nancy-Lorraine sekitar tahun 1984. Sedangkan kekalahan pertama ketika menangani Arsenal ketika ditekuk Manchester United (MU) 0-1 pada 16 November 1996.

“Saya tidak pernah bisa menggambarkan apa yang saya rasakan ketika kami menelan kekalahan. Ketika saya pertama kali menelan kekalahan sebagai pelatih, saya langsung muntah. Ketika Anda masih muda atau sudah tua, kekalahan tetaplah kekalahan. Saat ini, saya semakin merasa sakit hati jika menderita kekalahan dalam sebuah pertandingan,” ujarnya, jujur, dikutip dari bola.com.

Wenger pasti sekarang sudah tidak muntah lagi karena kekalahan sudah sering menghampiri. Bukannya meledek, tapi namanya sudah jadi pelatih sejak Iwan Fals masih kribo, sudah banyak kekalahan yang dia alami.

Berdasarkan data Transfermarkt, Wenger sudah menelan 229 kekalahan sepanjang kariernya sebagai nahkoda. Masa iya, dia muntah sampai 229 kali tiap mengalami kekalahan. Pastinya sekarang sudah tak muntah lagi. Apalagi sekarang sudah ada Antimo.

Bekas pelatih Monaco itu memang menyatakan kesanggupannya dalam melatih klub sampai 48 purnama ke depan, alias empat tahun. Makanya, Wenger ‘pede’ kalau diputuskan Arsenal akan masih ada klub yang mau menerimanya.

“Saya adalah petarung, saya tidak akan berada di Arsenal untuk waktu yang lama jika bukan petarung. Saya tidak pernah mendengarkan komentar dari luar klub, saya hanya berharap kepada diri saya sendiri untuk meningkatkan kemampuan tim ini. Saya sangat benci kekalahan,” tambahnya.

Kalau memang ingin bertahan, syaratnya memang cuma satu, yakni memperbaiki peringkat Arsenal kembali ke bentuk semula. Minimal bisa raih posisi kedua Liga Primer musim ini. Jika tidak, siap-siap mengambil koper bak kontestan Akademi Fantasi Indosiar zaman dahulu.

Main photo credit: The Sun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here