Dari Redaksi

Selamat Tahun Baru 2021! Tulisan ini menjadi artikel pertama untuk memulai tahun 2021 dengan sebuah optimisme. Setelah menjalani tahun 2020 yang super ngehe, kita semua tentu berharap sepak bola dapat kembali normal.

Ya, kita semua berharap normal. Pertandingan yang dipenuhi penonton di stadion, pergantian yang cukup 3 pemain saja, jadwal yang kembali normal, tidak ada laga yang ditunda akibat pemain-pemainnya kena COVID, sampai yang terparah, tidak ada lagi kompetisi yang tertunda macam Piala Eropa, Piala Dunia U-20, sampai Liga 1 Indonesia. Ehe.

Tahun 2020, praktis kita hanya menikmati sepak bola normal selama dua bulan. Yakni pada Januari dan Februari, sebelum virus corona menyerang.

Memasuki bulan Maret, mulai lah pandemi outbreak yang dimulai dari terpaparnya pemain bola Eropa macam Daniele Rugani pemain Juventus dan pemain Bundesliga lainnya. Negara Italia yang ketika itu cukup banyak terpapar virus corona langsung lockdown.

Kompetisi berhenti selama kurang lebih 3 bulan. Disusul kompetisi lain seperti Liga Primer, La Liga, Liga Champions, sampai Liga 1 Indonesia. Ehe.

Ligue 1 bahkan menyelesaikan musim lebih cepat dengan menjadikan PSG sebagai juara. Sementara Eredivisie menghentikan kompetisi tanpa ada pemenang dan tim yang terdegradasi.

Kompetisi kembali dilanjutkan bulan Juni, dengan protokol new normal. Tanpa penonton, pergantian lima pemain, dan sebagainya. Sungguh tidak asyik sama sekali. Apalagi sekarang tambah teknologi VAR yang makin ngehe itu.

Kompetisi tetap dilanjutkan. Liverpool akhirnya meraih gelar Liga Primer pertamanya di abad ini. Namun dengan kondisi protokol COVID. Enggak seru sekali. Kasihan fans Liverpool tak bisa pawai keliling Bundaran HI.

Final Liga Champions yang biasanya megah, meriah, dan mewah, juga berlangsung sederhana. Sementara Piala Eropa 2020 pun ditunda tahun depan. Bikin akun-akun seperti Bolatory juga jadi tertunda pemasukannya dari kontrak-kontrak iklan. Syedih.

Pemain silih berganti terpapar COVID. Mulai dari yang tak terkenal sampai pemain-pemain kekar macam Zlatan Ibrahimovic dan Cristiano Ronaldo.

Klub-klub besar Eropa silih berganti dibantai. Seperti Barcelona 2-8, Man City 2-5, Liverpool 2-7, Man United 1-6, Real Madrid 1-4, timnas Jerman 0-6, Arsenal 0-3, sampai Juventus 0-3. Tak usah disebut siapa lawannya.

Mereka menjadi korban ganasnya COVID, bukan cuma pemain-pemainnya tapi juga jadwal padat di mana harus memainkan pertandingan 3 kali dalam seminggu. Bagi tim-tim gurem, lebih diuntungkan karena mereka cuma memainkan 1 kompetisi saja.

Plus, tim-tim gurem juga mendapat keuntungan dari kebijakan pergantian lima pemain karena mereka biasanya kalah secara fisik dan stamina di babak kedua. Namun bisa mendapat “kekuatan” tambahan dengan memasukkan lima pemain yang lebih bugar.

Hal itu juga jadi keuntungan bagi tim-tim besar yang melakoni banyak kompetisi dalam musim COVID. Supaya rotasi pemain bisa lebih smooth.

https://twitter.com/EmilioSansolini/status/1344312882520010754

Namun, kita semua tentu mengharapkan sepak bola kembali normal. Kembali bergairah, kembali gerah lantaran tingginya persaingan antar fans.

Mari kita berharap, Liverpool bisa menjuarai Liga Primer tanpa harus terhambat protokol COVID, supaya bisa lebih lepas merayakannya. Meski para haters jelas berharap Liverpool gagal juara lagi :D.

Mari kita juga berharap agar Arsenal bisa naik peringkat minimal sampai ke posisi ke-11. Juga dengan Man United yang kembali kocak di posisi mediokernya.

Juga dengan Milan yang bisa terus capolista sampai pekan ke-37, namun di pekan ke-38 disalip Juventus.

Juga dengan Inter yang berharap dapat trofi satu saja, minimal Coppa Italia, meski ujung-ujungnya cuma dapat trofi ICC.

Juga dengan Juventus yang berharap dapat trofi Liga Champions, tapi cuma sampai babak 16 besar saja.

Atau Real Madrid yang berharap bisa treble, tapi cuma dapat gelar Copa del Rey. Atau juga Barcelona yang berharap bisa juara UCL lagi, tapi ujung-ujungnya terbantai 2-8.

Semua berharap kembali normal.

Semoga tahun 2021, menjadi tahun yang sehat dan berkah buat kita semua. Aamiin.

Credit picture: https://besthqwallpapers.com/jp/download/original/145180

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here