Zaman sekarang, tato telah menjadi gaya hidup bagi pesepak bola. Seolah-olah jadi salah satu komponen starter pack selain rambut dan brewok ber-pomade yang rapi jali kayak mau interview.

Lihat saja pemain-pemain bertato mulai dari Zlatan Ibrahimovic, Sergio Ramos, sampai Lionel Messi yang awalnya polos saja kini juga punya tato. Namun, tato yang awalnya cuma buat keren-kerenan saja karena memang tak ada manfaatnya, ternyata memiliki dampak yang buruk bagi para pemain.

Memang, rasanya jarang ada klub yang melarang para karyawannya termasuk pemainnya membuat tato. Mau gambar tato apapun bebas. Mau gambar bunga, wajah istri, wajah Mimi Peri, celana dalam, sampai tiang Indihome, bebas.

Namun, belakangan muncul seorang dokter dari Cologne German Sports University yang mengeluarkan sebuah studi mengenai tato. Namanya dr. Ingo Frobose, seorang dokter yang kerjaannya menyembuhkan pasien.

Dia mengungkapkan kalau dampak buruk tato bagi pesepak bola. Menurutnya, tato sama saja seperti meracuni tubuh mereka sendiri.

“Saya akan melarang pesepak bola membuat tato. Setiap klub harus memperhatikan aspek kecil soal kesehatan pemain, mereka juga harus mengamati perilakunya,” ucap Frobose, dikutip Liputan6. 

Hasil gambar untuk messi tattoo
Tatonya Messi ternyata cukup wow. Source: The Sun

Sudah pasti Frobose telah melakukan sejumlah studi, tidak cuma asal njeplak. Bisa diragukan nanti gelar dokternya kalau asal bicara tanpa penelitian akademis.

Dari hasil studi tersebut, yang bikin “wow” tato ternyata menurunkan performa pemain di lapangan, meski tak menurunkan kadar kegantengan. Kecuali tatonya sampai menutupi seluruh wajah.

“Berbagai studi menunjukkan bahwa para pemain akan mengalami penurunan performa sekitar 3-5% setelah mereka membuat tato. Kulit adalah organ terbesar yang kita punya, tapi sudah diracuni,” sambungnya lagi.

Memang belum bisa dipastikan apakah penurunan beberapa pemain seperti Gareth Bale, Olivier Giroud, dan sebagainya itu benar-benar dari tato atau bukan. Tapi jika kita lihat Cristiano Ronaldo yang kulitnya mulus tanpa tato, nyatanya tampil luar biasa belakangan ini.

Tapi apa boleh dikata, kalau sudah ada penelitiannya maka perlu waspada juga. Penurunannya memang hanya 3-5%, tapi tetap saja terjadi penurunan. Semoga saja yang menurun hanya performa, bukan sperma.

Main photo: Huffington Post

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here