Wasit yang memimpin partai Milan versus Roma pada pekan lalu telah diskors. Namanya tak usah disebut, kasihan nanti bikin malu keluarganya.

Yang jelas, dua kesalahan fatal dilakukannya pada laga tersebut. Dua-duanya menghasilkan penalti yang enggak jelas. Itulah yang jadi kontroversi di media sosial pada pekan lalu.

Wasit senior, Nicola Rizzoli, memberikan pandangannya dan meminta agar kinerja wasit bisa lebih baik lagi. Menurutnya, wasit tidak perlu meladeni para pemain yang protes.

Lebih baik segera langsung cek VAR daripada sibuk meladeni bacot-an para pemain. Memang pusing. Bacot netizen saja yang tidak terdengar juga lelah jika diterpa terus-terusan. Apalagi bacot di depan wajah seperti itu.

“Dalam kasus itu, wasit lebih sibuk menangani protes daripada berbicara dengan VAR. Ini memperpanjang waktu analisis,” kata Rizzoli dikutip dari Liputan6.

“Hukuman untuk Roma? Dalam hal ini penyerang yang membuat kontak, Bennacer mengantisipasi posisi dengan benar. Wasit salah menilai, VAR harus turun tangan,” ujarnya.

Pada insiden pertama, Bennacer memang murni melindungi bola sebelum muncul kaki Pedro. Jadi jelas sekali tidak berbuah penalti. Namun wasit malah memberikannya penalti.

Apalagi, wasit berinisial G itu tidak mengecek VAR. Mungkin gara-gara bacotan pemain Roma, dia sudah terpengaruh duluan.

Sedangkan pada insiden kedua, tidak ada kontak yang terjadi antara Gianluca Mancini mengawal Hakan Calhanoglu. Penalti ini malah kelihatannya seperti membayar kesalahan wasit G waktu salah kasih keputusan penalti kepada Milan.

Mengenai penalti yang diberikan Milan, Rizzoli menambahkan, “Itu adalah kontak permainan, dinamika normal. Jika bek tidak memukul penyerang saat dia menendang, hampir tidak ada penalti. Di sini VAR harus turun tangan,” katanya.

“Kita tidak boleh lupa bahwa sepak bola adalah olahraga kontak. Apakah itu kompensasi untuk kontak Bennacer-Pedro? Sama sekali tidak, pemikiran seperti itu tidak bisa dipercaya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here