Massa dari Milan tampak mengamuk selepas pertandingan melawan Juventus di J-Stadium. Bukan karena tak terima lantaran kalah 1-2, tapi massa yang rata-rata pemain Milan itu marah besar dengan keputusan wasit Davide Massa yang memberikan penalti kepada tuan rumah pada menit akhir.

Juve unggul lebih dulu lewat tendangan telak Medhi Benatia yang menerima umpan cantik dari Dani Alves. Meski seorang bek, nalurinya ternyata tak kalah dengan Christian ‘El Loco’ Gonzales. Cukup dengan sekali kontrol, Benatia langsung menghujam gawang Gianluigi Donnarumma tanpa ampun.

Milan menyamakan kedudukan lewat serangan balik yang sangat cepat Carlos Bacca dan Gerard Deulofeu. Umpan melalui kaki-kaki cantik mereka dapat diselesaikan dengan baik oleh sontekan Bacca yang bikin kiper tua Gianluigi Buffon gelagapan tidak jelas.

Serangan tujuh hari tujuh malam sampai selametan pun dilancarkan Juve untuk memperoleh tiga poin. Sayang, kiper yang baru dapat KTP si Donnarumma tampil sangat gemilang. Tercatat lebih dari lima kali pemain yang tak ada hubungan saudara dengan Donna Harun itu melakukan penyelamatan yang bikin pemain Juve lemas.

Namun, pada menit akhir tepatnya menit ke-94, pemain Milan rada lengah. Tusukan Stephan Lichsteiner yang berujung umpan silang mengenai tangan bek Mattia De Sciglio. Wasit Massa memang tak melihatnya, namun wasit gawang dan Tuhan pun melihatnya. Masyarakat di Indonesia yang jauh dari Italia juga bahkan melihatnya.

Di sinilah timbul perdebatan dan kontroversi meski tak sampai masuk acara Mata Najwa. Pemain Milan menganggap tangan De Sciglio tak aktif. Bahkan sebagian menyebut bola mengenai badan. Namun, wasit berkata lain. Paulo Dybala tak menyia-nyiakan peluang emas bertabur bintang tersebut.

Apalagi, ada yang kesal karena wasit memberikan penalti sudah melewati waktu tambahan. Yakni menit ke-94 lewat beberapa detik. Padahal waktu tambahan hanya empat menit. Sekadar informasi, kalau dijumlahkan 90 menit tambah empat menit hasilnya adalah 94 menit.

Pertandingan berakhir, warga Milan marah dan mengamuk meski tak sampai bakar-bakaran. Carlos Bacca dan Gianluigi Donnarumma bahkan sampai menghampiri wasit dengan wajah beringas, bahkan terlihat ingin memukuli wasit yang tak bertanggung jawab itu. Beruntung, aksi anarkis dari oknum warga itu dapat dicegah Vincenzo Montella.

Aksi heroik Montella patut diacungi jempol. Meski kecewa berat, dia tetap menjaga emosinya bahkan malah memarahi anak asuhannya. Wajar karena kalau sampai ada bentrokan fisik, kerusuhan bisa tak terhindarkan seperti yang terjadi di Manggarai.

Montella juga sangat dewasa melihat laga ini. Dia menyebut kalau wasit sedikit membantu Juve dalam tanda kutip pada menit terakhir. Namun, pelatih ganteng kayak artis sinetron itu mengakui kalau Juve memang layak memenangkan laga ini karena penampilan apik mereka sepanjang pertandingan.

“Mengeluh tak akan memberi apa-apa, tak ada gunanya. Kami harus fokus, tetap tenang dan menerima jika wasit buat kesalahan. Kami harus memberikan pesan yang damai untuk mereka yang menyaksikan kami dari rumah. Saya minta maaf atas sikap beberapa pemain kami,” ujar Montella dikutip dari banyak sumber.

“Kami memainkan laga yang bagus menghadapi lawan yang memiliki segala kekuatan di lapangan. Itu memberikan kami rasa bangga karena kami membuat mereka kesulitan dan kami hampir seimbang,” sambungnya, kali ini dikutip dari FourFourTwo.

Main photo credit: Goal

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here