Ternyata bukan hanya pemain saja yang menerima tawaran tak dapat ditolak ala Don Corleone ‘The Godfather’ dari benua Asia, wasit pun juga mengalami hal serupa. Wasit ternama Liga Primer, Mark Clattenburg, dikabarkan akan hengkang dari Inggris untuk bergabung dengan orang-orang Arab di Arab Saudi.

Di sana bukan untuk naik haji atau umroh, tapi wasit berusia 41 tahun itu akan menerima pekerjaan baru sebagai ketua komite wasit Arab Saudi. Belum diketahui berapa gaji yang didapat Clattenburg. Yang pasti tawarannya mega-dolar dan cukup buat sekadar beli tahu bulat lengkap dengan mobil dan abangnya.

“Ini langkah penting, saya ingin bekerja dengan tim agar program ini berjalan sukses dan meninggalkan warisan untuk masa depan,” tutur Clattenburg.

Keputusan ini dinilai cukup mengejutkan. Pasalnya, Clattenburg merupakan wasit terbaik di Inggris saat ini. Selepas Howard Webb pensiun, dia lah wasit asal Inggris yang memimpin pertandingan-pertandingan penting.

Sebut saja final Piala FA 2016, final Liga Champions 2016, dan final Piala Eropa 2016. Namun, dari segitu banyak prestasinya dia sama sekali belum pernah memimpin final Piala Presiden maupun Piala AFF. Sangat disayangkan.

“Liga Inggris telah kehilangan wasit terbaik di dunia, ini pukulan yang sangat telak. Clattenburg masih berusia 41 tahun dan kariernya masih panjang,” ujar mantan Ketua Wasit Liga Inggris, Keith Hackett, dikutip Superball.

Hackett menilai salah satu alasan Clattenburg hengkang ditengarai insiden dengan Juan Mata pada 2012. Kejadian itu memang sudah lama, tapi sepertinya cukup bikin Clattenburg trauma dan merasa tak ada yang membelanya sampai sekarang.

Jadi pada 2012 itu ceritanya Mata masih jadi pemain Chelsea, terlibat adu argumen dengan Clattenburg. Saking serunya itu argumen, padahal juga sedang tidak musim Pilkada, Clattenburg katanya berkata kasar dan memanggil Mata dengan sebutan “Spanish t**t”.

Untuk mencari tahu dua huruf yang disensor bintang tersebut, bisa Anda lakukan tebak-tebak buah manggis ke situs resmi perwasitan Inggris. Clattenburg katanya juga dituduh memanggil John Obi Mikel dengan panggilan sayang “monyet”.

Padahal, kalau di Indonesia itu hal yang biasa saja mengumpat dengan kata-kata perbinatangan. Tapi di luar sana bisa dianggap sebagai cacian bernada rasis. Untungnya setelah diselidiki oleh FA, Clattenburg dinyatakan tak bersalah serta bersih bersinar Sunlight.

Hasil gambar untuk mark clattenburg mata obi mikel
Ini dia foto insiden Mata dan Obi Mikel yang terkenal itu. (Dailymail/AFP/Getty Images)

Hacket mengaku berdiskusi panjang dengan wasit menawan itu. Insiden Mata cukup bikin Clattenburg kepikiran. “Clattenburg hengkang karena tak ada seorang pun yang membelanya dalam insiden Mata,” sambung Hacket.

Hacket juga menepis tudingan kalau Clattenburg pergi karena uang. Menurutnya, beberapa wasit top Inggris juga pensiun dini karena disebabkan buruknya manajemen asosiasi perwasitan.

“Webb dan Mark Halsey juga berhenti lebih dini. Anda harus bertanya apa yang terjadi? Ini karena asosiasi wasit tak mendukung para wasit saat terjadi keputusan kontroversial. Ini bukan tentang uang. Mereka tak berusaha menyetopnya pergi. Di mana Liga Inggris, di mana PGMOL, dan di mana FA? Kenapa mereka tak berusaha mempertahankannya,” katanya.

Clattenburg yang berstatus ‘Duren Sawit’ alias ‘Duda Keren Sarang Duit’ ditambah satu anak merupakan wasit bertalenta. Dia mengawali karier sebagai asisten wasit pada 1993-1994 di liga amatir semi-semi tarkam bernama Northern League. Baru setahun jadi asisten, dia naik pangkat jadi wasit dan mulai memimpin Liga Primer pada 2004.

Clattenburg juga dinilai tegas dengan beberapa insiden tak penting. Salah satunya saat Pepe berusaha mengelabuinya ketika final Liga Champions tahun lalu. Seperti biasa bek Real Madrid itu berakting ala-ala sinetron FTV tapi tak digubris oleh Clattenburg.

Main photo credit: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here