Inggris dan Spanyol sama-sama menjalani laga perdana UEFA Nations League. Bermain di stadion kebanggaan negeri Mr. Bean yaitu Wembley, “The Three Lions” nyatanya harus takluk oleh tamunya.

Sempat tertinggal satu gol, “La Furia Roja” mampu membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Beruntung cuma dibalas dua gol saja, kalau delapan gol kan malu juga. Namun, kemenangan Spanyol diwarnai kontroversi di menit-menit akhir pertandingan.

Skuat Luis Enrique harus tertinggal lebih dulu berkat gol cepat Marcus Rashford. Namun mereka bisa membuat Peter Drury berkata “and the comeback is complete” melalui Saul Niguez dan Rodrigo Moreno.

Inggris sempat menyamakan kedudukan di menit akhir melalui gol dari Danny  ‘Lord’ Welbeck. Meski demikian, wasit menilai telah terjadi pelanggaran terlebih dahulu. Selebrasi yang sudah dilakukan jadi membuat malu saja.

Pada laga ini, kedua tim bermain sama kuat dan bergantian menyerang sepanjang laga tanpa harus janjian macam mau ‘partai’. Meski Inggris kalah penguasaan bola dengan 45 persen, namun statistik peluang, kedua tim sama baiknya.

Inggris dan Spanyol sama-sama mencatatkan 11 percobaan. Namun “The Three Lions” lebih baik dengan catatan enam kali tepat sasaran. Sementara Spanyol hanya empat.

Tapi ya Spanyol kikir juga alias pelit. Meski sudah sama-sama mencatat 11 percobaan, mereka cuma boleh kasih satu gol saja buat Inggris. Padahal Inggris memberikan dua gol. Betul-betul pedit.

Tim Matador harus berterima kasih kepada David De Gea yang bermain (tumben) bagus sepanjang pertandingan. Beberapa kali ia melakukan penyelamatan gemilang dari gempuran pemain Inggris. Andai De Gea jadi bek dan Spanyol tanpa kiper, bukan tidak mungkin Inggris bisa menang besar.

Bermain di depan pendukung sendiri, Inggris sudah unggul lewat gol Marcus Rashford di menit ke-11. Berawal dari pergerakan Luke Shaw, ia melepaskan terobosan yang kalau di PES namanya segitiga asal-asalan. Asal pencet saja itu tombol segitiga, yang penting bar-nya sampai penuh. Asal diarahkan juga ke depan, sudah pasti ada yang menyambut.

Terobosan Shaw yang baru bermain kembali untuk timnas Inggris sejak 2014 itu, langsung disambut Rashford untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Namun hanya butuh tiga menit bagi Spanyol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Rasa sedikit tenang karena unggul satu gol, berubah jadi was-was kembali. Saul berhasil melepaskan tendangan voli tanpa pantai hasil umpan Rodrigo.

Spanyol justru berbalik unggul di menit ke-32. Kali ini Rodrigo yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari tendangan bebas, Rodrigo menyambut sepakan Thiago Alcantara dengan sentuhan tipis manis. Jordan Pickford tak mampu menyelamatkan gawangnya. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 2-1.

Kedua tim kembali saling serang pada paruh kedua, namun belum ada gol yang bisa dihasilkan. Drama terjadi pada masa injury time yang sampai sembilan menit. Kalau ‘nanggung’ di rental PS, sudah dapat satu game lagi.

Pada masa itu Welbeck sempat melesakan gol ke gawang De Gea. Berawal dari bola tangkapan De Gea yang terlepas meski tidak licin macam kepalanya Kante, bola langsung disambar Welbeck ke gawang Spanyol. Ia pun sudah sempat selebrasi bersama temannya. Namun wasit menganulir gol tersebut karena berbau pelanggaran.

Tidak gol sih tidak apa-apa. Tapi malunya sudah selebrasi itu luar biasa. Pertandingan berakhir dengan keunggulan Spanyol 2-1 atas Inggris.

Laga ini juga menandai debut Luis Enrique bersama timnas Spanyol dengan kemenangan spesial tanpa telor di Wembley. Sebab ini jadi kekalahan pertama tim Inggris di Stadion Wembley sejak ditangani Gareth Southgate.

Enrique pun mengaku puas atas kemenangan tersebut. Ia juga yakin bahwa tim “Matador” masih bisa lebih baik lagi.

“Saya sangat senang. Kami masih harus meningkatkan diri lagi, tapi hal positifnya adalah kami tahu kami mempunyai kans lebih bagus untuk memetik kemenangan dengan mencetak gol ketiga,” kata Enrique dikutip dari Detik.

Sementara itu meski kalah dari Spanyol, Southgate mengaku tak akan mengubah gaya bermain Inggris. Gaya bermain yang dimaksud adalah mengandalkan kekuatan fisik atau yang lebih dikenal sebagai kick and rush.

“Kami bisa kembali ke cara bermain kami yang lama dan kami tak akan pernah menjadi tim top atau kami bisa terus mencoba apa yang kami lakukan dan mengalami kesulitan di saat ini. Kami mempunyai pemain yang bisa melakukannya, dan buat saya, itu merupakan cara bermain yang kami lakukan,” ujarnya.

https://twitter.com/Sporf/status/1038533992943968256

Main photo: timesdaily.com

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here