Tawuran antar kampung tak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga di Spanyol. Belakangan warga Madrid terlibat tawuran dengan warga Las Palmas. Tawuran bukan terjadi di jalanan, tetapi di ruang ganti Stadion Santiago Bernabeu.

Warga yang dimaksud adalah para pemain Real Madrid dan Las Palmas yang sempat bertemu di La Liga, Rabu kemarin. Pertandingan memang berjalan cukup panas, sepanas kopi nikmat Torabika kalau lagi hujan-hujan.

Gareth Bale sempat terlibat aksi dorong dengan Jonathan Viera meski tak sampai menjurus cabul dan tak senonoh. Insiden itu membuat warga berkerumun sampai akhirnya Bale dikartu merah oleh sang wasit.

Hasil gambar untuk gareth bale viera
Insiden kartu merah Bale yang memancing amarah warga Las Palmas. (Source: Banjarmasin Post)

Hasil pertandingan itu memang cukup adil alias sama kuat 3-3. Tapi tuan rumah sempat tertinggal lebih dulu 1-3 sebelum sang megazord, Cristiano Ronaldo, menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir.

Pemain Las Palmas jelas bete, apalagi gol kedua Madrid tercipta dari penalti. Seorang bek Las Palmas yang tak mau menyebutkan namanya dianggap melakukan handball. Padahal dari tayangan ulang, posisi tangan sang pemain tidak aktif dan menempel ke badan.

Suasana panas kemudian menjalar ke ruang ganti ketika laga berakhir. Seorang pemain Las Palmas menendang peralatan, entah peralatan apa, ke dinding ruang ganti. Berisiknya bunyi peralatan yang ditendang itu bikin salah satu staf pelatih Madrid, Chendo, berteriak mengingatkannya dari lorong sebelah.

“Hei, hati-hati dengan itu. Jangan sentuh itu!” teriaknya, seperti dikutip dari Liputan 6. Chendo kemudian disamperi oleh para pemain Las Palmas untuk memberitahu bahwa mereka hanya menendang peralatan yang tak berbahaya.

Melihat Chendo dikerubungi warga Las Palmas, para pemain Madrid pun berusaha membelanya. Mereka pikir Chendo bakal dikeroyok, mungkin saja dia mau dikeroyok gara-gara cewek atau mabuk resek.

Alhasil, terjadilah keributan yang nyaris jadi baku hantam. Untunglah senjata tajam macam celurit dan parang tidak ada di sana. Wasit David Fernandez Borbalan pun ikutan. Bukan ikutan berantem, tapi ikutan untuk melerainya.

Kocaknya, saat Borbalan datang, tawuran pun berhenti. Ini kayak ribut-ribut anak SMA yang tiba-tiba berhenti begitu saja karena ada guru BP yang datang. Cukup disayangkan tak ada yang merekam adegan itu untuk di-upload di media sosial.

“Ada suara ribut dari terowongan. Melihat hal itu kami tinggalkan ruang wasit untuk melihat mereka. Pas kami datang, mereka langsung berhenti dan tak bisa mengetahui siapa yang memulai. Setelah itu mereka sama-sama masuk ruang ganti,” ujar Borbalan.

Main photo credit: CNN Indonesia 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here