Cerita soal logo Indomie yang nongol di papan sponsor Liga Primer memang sudah ramai sejak bulan lalu. Namun, cerita ini tetap belum basi untuk kembali disajikan alias masih enak, seenak rasa Indomie goreng atau rebus bikinan warkop.

Siapa yang tak suka Indomie? Rasa yang standar saja, entah itu Indomie goreng biasa atau Indomie rebus rasa ayam spesial, ayam bawang, soto ayam, atau kari ayam. Semua pasti suka. Kalau ada yang tidak doyan, berarti Anda tak merasakan nikmatnya dunia.

Mencari orang Indonesia yang tak suka Indomie bagai mencari mobil VW Combi tahun 1970-an di jalan raya, jarang banget.

Nah, sekitar pertengahan Desember lalu, masyarakat bola di Indonesia dihebohkan dengan iklan Indomie yang ada di papan sponsor pertandingan Leicester versus Manchester City di Stadion King Power.

Iklan mie instan itu muncul dalam beberapa momen, tak hanya di belakang gawang tapi juga di samping lapangan. Artinya, Indomie berani bayar mahal untuk masuk ke papan sponsor utama.

Logo yang tak asing bagi kita. (brilio.net)

Tulisan iklan itu adalah “All we are saying, chop Indomie, tasty nutrition, good for you.” Artinya silahkan buka Google Translate. Setelah diteliti, iklan ini juga muncul di Leicester melawan West Bromwich Albion.

Mengapa selalu Leicester? Resmi jadi sponsor Leicester kah Indomie? Yang pasti, belum ada pernyataan resmi dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., si empunya brand Indomie yang terkenal itu. Mereka masih malu-malu untuk mengaku.

Bisa jadi ini salah satu cara marketing mereka yang sengaja tidak mempublikasikan kerja sama itu, cukup menunggu word of mouth di media sosial di mana mulut-mulut orang Indonesia ini cepat banget nyamber-nya.

Laga Leicester City
Nongol lagi di lain waktu. (IG: @KeymonLee)

Bolatory juga sudah coba cari-cari di Dewan Syuro Google tapi tak banyak artikel soal itu. Yang ada hanya komentar netizen yang girang banget lihat produk Indonesia masuk ke Liga Primer.

Indomie sepertinya jadi merek Indonesia kedua yang nongol namanya di papan iklan Liga Primer setelah Garuda Indonesia. Maskapai utama Indonesia itu memang sudah terang-terangan jadi sponsornya Liverpool.

Related image
Garuda Indonesia terbang sampai ke Anfield. (skyscrapercity.com)

Ini merupakan salah satu strategi bisnis agar merek Indonesia lebih menguat di level global. Setidaknya, merek Indonesia mendapat perhatian dari kompetitor asing. Itulah yang sempat dialami oleh Garuda Indonesia meski sudah tak lagi mensponsori Liverpool.

“Terus terang saja, sejak kami masuk di Liverpool, setiap mereka bertanding tiba-tiba di pinggir lapangan itu ada tulisan Garuda Indonesia keluar. Itu banyak menarik perhatian orang. Jadi teman-teman saya para CEO airline asing suka lihat,” ujar Emirsyah Satar, CEO Garuda Indonesia saat diwawancarai SWA pada 2014.

Sedikit berbeda dengan Indomie. Nama Indomie memang lebih mendunia ketimbang Garuda Indonesia. Indomie bahkan sudah masuk ke dalam 10 besar merek terbanyak dibeli di dunia sepanjang 2016. Wow!

Indomie berada di urutan kedelapan dengan capaian Consumer Reach Points 1,9 juta. Bahkan terdengar gosip bahwa Indomie sudah jadi makanan pokok di Nigeria. Bayangkan betapa banyaknya MSG di kandungan mie instan tersebut yang sudah dikonsumsi masyarakat sana.

Yang jelas, wabah wanginya Indomie goreng yang bisa bikin berantem itu sudah sampai ke Inggris. Tentu pihak Indomie diam-diam sudah melakukan survei dan analisis tingkat tinggi untuk melihat pasar di sana.

Orang-orang Inggris kini mesti siap menghadapi nikmatnya makan Indomie rebus apalagi pada musim dingin. Slurp!

Photo credit: hipwee.com 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here