Inter Milan terus memepet saudara sekontrakannya di jalur puncak, meski akhirnya sudah ditutup oleh AC Milan. Walau demikian, Inter masih berpeluang menyalipnya tahun depan. Setia menanti jalur dibuka kembali.

Dijamu Hellas Verona yang cukup main solid, Inter mampu menang 2-1. Sempat kesulitan menjebol gawang Verona akibat kerennya penampilan Marco Silvestri, Inter mampu membobolnya di babak kedua.

Sentuhan asyik Lautaro Martinez mampu mengenai tiang dan masuk ke gawang. Hebat betul ini Lautaro, benar-benar “Lau taro itu bola” di tiang dan dalam gawang.

Sayangnya, Inter kebobolan lewat gol tak penting. Tendangan dari samping Marco Davide Faraoni gagal diantisipasi dengan baik oleh Samir Handanovic. Entah kenapa, padahal itu bola tidak susah-susah amat. Tapi Handa malah melakukan hal kocak.

Bola tepisan Handa berakhir di kaki Milan Skriniar. Skriniar tampak kaget meski tak sampai latah jorok. Bola lalu dicocor Ivan Ilic dan masuk ke gawang. Ada-ada saja ini pemain Inter.

Untunglah, ada Skriniar yang jadi penyelamat bangsa Inter pada menit ke-69. Tandukannya cuma bisa dilihati saja oleh Silvestri.

Kemenangan ini membuat Inter meraih kemenangan pada tujuh laga beruntun. Mereka hanya terpaut satu poin saja dari Milan yang kapanpun bisa dengan mudah menyalipnya.

“Kami harus berjuang untuk menang. Itu sejarah klub ini. Penting untuk mempertahankan capaian ini. Kami perlu terus seperti ini,” kata Conte dikutip dari Football Italia dikutip dari Sindo.

Sok tahu sekali ini Conte. Bicara sejarah klub Inter padahal dia itu legendanya Juventus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here