Bayern Muenchen secara tak terduga gugur di babak awal DFB Pokal tadi malam. Yang menarik, mereka tersingkir dari tim yang tak dikenal sebelumnya, Holstein Kiel.

Mendengar nama Holstein Kiel, jadi lebih familiar sama merek bir. Ini Bayern tampil lawan tim bola atau perusahaan bir sambil gelar kegiatan CSR. Entah.

Ternyata memang tim bola. Kiel memang tim dari kasta kedua kompetisi Jerman. Secara tak terduga mampu mengimbangi Bayern di waktu normal 2-2, sampai akhirnya memenangkan laga di adu penalti.

Bayangkan saja, tim-tim top Eropa tak ada yang bisa menyingkirkan Bayern dari turnamen gugur macam Liga Champions atau Piala Super. Mulai dari Tottenham, Chelsea, Barcelona, PSG, Atletico, Dortmund, Sevilla, semuanya dibantay tay tayy….

Ternyata yang mengalahkan Bayern cuma tim sekelas Kiel, kasta kedua. Ternyata cuma segitu saja kemampuan Bayern. Cemen betul.

https://twitter.com/FOXSoccer/status/1349489311146766339

Bayern memang unggul dua kali. Pertama melalui Serge Gnabry yang dapat bola nemu dari tepisan tipis kiper Kiel entah siapa namanya. Kalau tidak salah namanya Ioannis Gelios. Geli-geli os. Kalau tak percaya silakan cek di Wikipedia, itu juga kalau ada.

Namun Kiel segera membalas lewat serangan balik yang diceploskan Fin Bartels. Bartels yang lolos dari kawalan bek-bek Bayern bisa dengan mudah menceploskan ke gawang Manuel Neuer. Ya, Bayern dikawal Neuer yang gaji dan prestasinya jauh di atas rata-rata UMR kota Muenchen, apalagi kota Kiel.

Di babak kedua, Bayern unggul lagi lewat tendangan bebas Leroy Sane. Namun, Kiel menyamakan kedudukan secara dramatis menjelang akhir laga. Tepatnya pada menit ke-95.

Ya, di saat pemain Bayern mulai santai-santai hendak segera selfie usai pertandingan, ternyata mereka tidak fokus kalau wasit belum meniup peluit.

Sebuah umpan silang Johannes van de Bergh bisa disundul Finn Wahl. Neuer hanya tertegun dibuatnya karena jauh dalam jangkauannya.

Kiel memaksa Bayern ke babak adu penalti dan di babak ini, Kiel mampu unggul dari Bayern. Tendangan terakhir Bayern dari Marc Roca bisa ditepis Gelios. Bartels lalu menutup pertandingan ini dengan menendang penalti terakhir.

Bola pun masuk, para pemain Kiel berhamburan ke lapangan sudah seperti menjuarai Piala Dunia.

“Kami harus memberi selamat kepada Kiel, mereka benar-benar melakukan pertarungan, mereka benar-benar berkomitmen. Kami harus melupakannya dan meningkatkan,” kata Hansi Flick dikutip Tempo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here