Real Madrid membuka peluang untuk lolos ke babak gugur Liga Champions usai mengalahkan tim kuat tapi tanggung, Inter Milan, dengan skor 2-0. Di sisi lain, gara-gara kalah Inter kini terancam gagal lolos ke babak berikutnya.

Madrid yang main lebih santai meladeni permainan Inter yang rada ngotot dan ngegas. Inter sebenarnya cukup punya determinasi dan semangat yang tinggi.

Sayangnya semangat tinggi kalau tak bisa mencetak gol juga percuma. Malah Madrid yang mampu membuat penguasaan bola lebih besar dengan peluang yang lebih banyak. Pengalaman mungkin berbicara.

Baru berjalan tujuh menit, “Los Blancos” sudah mendapatkan voucher penalti. Nicolo Barella melanggar Nacho Fernandez di kotak penalti. Si Nacho mau menendang tapi diselengkat Barella dari belakang.

Eden Hazard tidak menyia-nyiakan voucher tersebut. Maklum, voucher ini tidak dijual di Alfamart maupun Indomaret.

Melihat pelanggaran terhadap Nacho, menjadi inspirasi bagi Arturo Vidal untuk meminta voucher yang sama. Vidal yang lagi menguasai bola tiba-tiba terjatuh karena merasa kakinya disandung oleh Raphael Varane.

Sontak, dia dan segenap warga Inter berteriak meminta voucher. Wasit tidak menggubris. Dalam tayanan lambat memang kaki Varane lebih dulu mengenai bola ketimbang kaki Vidal. Wasit membuat keputusan yang tepat.

Mungkin Vidal merasa disleding oleh rumput lapangan. Hal yang sama pernah dia rasakan waktu membela Juventus beberapa waktu lalu. Bahkan ada yang menyebutnya diselengkat malaikat. Ada-ada saja ini kelakuan warga +56.

https://twitter.com/RMpIay_2/status/1331732234823405569

Sayangnya keputusan benar itu tidak diterima oleh Vidal dan kawan-kawan tongkrongannya. Mereka mengerubungi wasit, dan wasit pun jadi bete. Vidal diberikan kartu kuning.

Bukannya diam dan pergi sudah dikasih kartu, Vidal minta lebih. Dia masih saja protes. Akibatnya wasit memberinya hadiah lagi kartu kuning berujung kartu merah.

Sudah kalah skor, kalah jumlah pemain pula. Makin berat lah langkah Inter buat menang di laga ini.

Di babak kedua, mereka kebobolan lagi. Rodrygo yang baru masuk di babak kedua dan main beberapa menit sudah mampu mencetak gol indah.

Sebuah umpan silang sukses disambut dengan tendangan setengah voli Rodrygo. Sayangnya, gol tersebut dihitung sebagai gol bunuh diri Achraf Hakimi. Kasihan banget.

Mungkin ingin menghormati Hakimi sebagai mantan pemain Madrid. Hitung-hitung berkontribusi buat Madrid karena waktu berseragam Madrid, dia kurang berkontribusi.

Skor 2-0 bertahan buat Madrid sampai akhir laga. Hal ini membuat Madrid berpeluang lolos ke babak berikutnya meski masih di posisi kedua di bawah Moenchengladbach. Namun kemenangan ini cukup membangkitkan mood.

Ini pertandingan penting, kami mempersiapkan diri dengan baik. Kami tahu laga akan sulit, tapi kami bermain dengan karakter dan pendekatan yang tepat,” ujar Zidane di Football Italia dikutip Bolanet.

“Saya gembira untuk para pemain, sebab mereka sering dikritik ketika performa kami tidak bagus.”

Sementara buat Inter, siap-siap Rest in Peace dari Liga Champions. Mereka masih di posisi buncit dengan dua poin.

Peluang sih masih ada. Namun, butuh mukjizat tingkat tinggi kalau mau lolos. Mereka harus berharap pada tim lain seperti Shakhtar Donetsk agar bisa mengalahkan Madrid. Pokoknya njlimet.

“Sejak awal memang selalu akan sulit melawan klub-klub besar seperti Real Madrid. Jadi ketika tertinggal satu gol dan kehilangan satu pemain, ini menjadi misi mustahil,” kata Antonio Conte kepada Sky Sport Italia dikutip Football Italia dikutip lagi dari Detik.

“Saya rasa kita melihat perbedaan antara mereka dan kami. Hasil ini tidak semestinya menjatuhkan kami. Ini seharusnya menunjukkan ke kami bahwa ada jalan yang harus diambil dan kami perlu bersikap lapar, bekerja keras, dan rendah hati, untuk menyadari di mana posisi kami dan tidak membiarkan kami terbuai suara-suara dari luar.”

SHARE
Previous articleMU Sukses Balas Dendam, Bruno Tumben-tumbenan
Next articleAtalanta Menyala! Liverpool Telan Kekalahan Perdana
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here