Kehadiran VAR kembali menjadi sosok penentu pada kemenangan Liverpool saat menjamu Wolverhampton Wanderers. Tuan rumah akhirnya berhasil meraih tiga poin usai menang tipis dengan skor 1-0 pada laga yang digelar di Anfield.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Liverpool di Premier League yang dari awal belum pernah memberikan tiga poin kepada lawan. Kuat sekali mereka macam habis minum jamu purwaceng.

Seperti tim master di Winning Eleven saja yang kalau kalah bisa di-restart asal sudah di-save terlebih dahulu. Jadinya bisa tidak kalah-kalah hingga akhir musim.

Hasil tersebut juga membuat Liverpool memperpanjang catatan tidak terkalahkan di Anfield dalam 50 laga liga terakhir mereka. Perlu diperiksa gawang Liverpool di Anfield ini. Jangan-jangan ada celana dalam yang menggantung dan jadi jimat mereka.

Kini Liverpool makin kedinginan di puncak klasemen tanpa ada yang menemani di puncak. Mereka berjarak 13 poin dari peringkat kedua yang dihuni Leicester City. Saking lebarnya, Liverpool nampaknya bisa santai-santai dulu di puncak sambil menikmati jagung bakar atau mampir ke CImory Riverside.

Kemenangan Liverpool di laga itu tak terlepas dari peran VAR yang sepertinya pantas untuk dijadikan man of the match. Memang Liverpool dan VAR pada musim ini sedang romantis-romantisnya. Tapi yang namanya sedang jadi tim jago, pasti terus disirikin dan dinyinyirin sama tim lain.

https://twitter.com/Sporf/status/1211352975714738176?s=20

Pada laga tersebut, Liverpool yang cukup mendominasi jalannya babak pertama dan terus menciptakan peluang sejak menit awal. Kebuntuan baru pecah di akhir babak pertama ketika Sadio Mane berhasil membobol gawang Rui Patricio dari jarak dekat.

Gol itu tidak langsung disahkan. Wasit meninjau terlebih dahulu melalui VAR karena Adam Lallana yang bukan saudaranya Adam Suseno diduga melakukan handball. Namun wasit memutuskan bahwa gol tersebut tetap sah.

Wolverhampton sempat mencetak gol balasan di injury time babak pertama. Tapi VAR kembali lagi cari perhatian. Wasit memutuskan untuk meninjau VAR karena dianggap terjadi offside.

Benar saja, padahal pada tayangan ulang offside hanya seujung kuku. Bukan kuku gajah padahal. Gol Pedro Neto pun dibatalkan. Hingga laga usai, skor 1-0 bertahan untuk kemenangan “The Reds.

“Kami masih memiliki 19 laga sisa dan mungkin 18 atau 19 dari mereka akan seperti malam ini, untuk alasan berbeda. Siapa yang peduli soal poin di Desember? Kami hanya menciptakan sebuah dasar yang akan bekerja dengan kami mulai sekarang, itu saja,” ujar Jurgen Klopp dikutip dari Goal.

Main photo: @premierleague

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here