Ternyata tak semuanya setuju ada teknologi Video Assistant Referee (VAR) di sepak bola. Salah satu orang yang kurang setuju adalah Antoine Griezmann yang asli Prancis. Menurutnya, VAR mengurangi puncak kenikmatan.

Kenikmatan di sini tentu bukan kenikmatan di atas ranjang, melainkan di atas lapangan. Griezmann rupanya jadi korban saat melawan Spanyol di laga uji coba beberapa hari lalu.

Pemain yang berseragam Atletico Madrid itu kena PHP dari wasit. Dia mencetak gol dan melakukan selebrasi, skor di layar kaca pun sudah berubah jadi 1-0 buat Prancis. Ternyata, cuma PHP saja.

Wasit Felix Zwayer rupanya membatalkan gol tersebut setelah menerima laporan dari yang berwajib. Dalam tayangan ulang, ternyata Griezmann dinyatakan offside. Kasihan.

Pemain yang mempopulerkan selebrasi goyang tulalit itu lantas harus gigit jari. Dia langsung kesal, mungkin malu karena sudah terlanjur bergembira bersama teman-teman sebayanya. “Saya menggelar selebrasi tapi wasit membatalkan gol,” ucapnya dengan nada kecewa.

Hasil gambar untuk griezmann VAR
Ini dia selebrasi goyang tulalit Griezmann yang ternyata cuma PHP. (Source: ESPN)

Dia pun berpendapat kalau teknologi VAR ini juga mengurangi keseruan dan kenikmatan saat mencetak gol. Katanya, pemain yang lolos dari jebakan ‘batman’ alias offside tak bisa langsung merayakan gol. Mereka harus menunggu dulu beberapa saat untuk memastikan wasit ganteng mendapat info sah dari petugas VAR.

Mungkin bisa diibaratkan dengan kenikmatan orgasme saat berhubungan seks. Ketika sudah sampai puncak, ternyata ada yang ketuk pintu berharap tidak terjadi penggerebekan. Alhasil, orgasme pun jadi tertunda. Momennya sudah lewat.

“Itu juga terjadi pada gol Deulofeu. Dia tidak langsung bergembira saat mencetak gol. Dia menunggu dulu sikap wasit, inilah yang bikin hilang salah satu elemen sepak bola. Tapi itulah kenyataannya,” sambung Griezmann yang mukanya kayak masih ABG itu.

Meski begitu, pemain yang seumuran dengan Adipati Dolken dan Cherry Cherrybelle itu tetap menerima penggunaan VAR. Ini buat kebaikan sepak bola ke depannya.

“Kami harus belajar dan beradaptasi dengan sistem ini. Jika wasit terbantu, maka sepak bola juga akan semakin baik,” ujarnya, sok bijak.

Main photo credit: USA Today

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here