Virgil van Dijk mampu menunjukan performa bagus sepanjang musim bersama Liverpool. Gelar Liga Champions jadi salah satu prestasi yang bisa ia raih. Van Dijk pun mengungkapkan rahasia penampilannya yang oke tanpa oce.

Sepanjang musim lalu memang Liverpool tampil luar biasa di berbagai kompetisi. Bahkan pada ajang Premier League saja mereka hanya kalah satu kali.

Tapi masih saja gagal meraih gelar liga. Entah Manchester City juga yang kebangetan jago sepertinya. Alhasil Liverpool mau tidak mau harus merayakan anniversary ke-29 mereka tanpa gelar liga.

Meski demikian para penggemar Liverpool di seantero jagad raya tetap berbangga hati setelah mereka meraih gelar Champions keenam sepanjang sejarah.

Performa bagus yang ditunjukan Liverpool tak terlepas dari munculnya pilar-pilar penting pada kubu “The Reds”. Salah satunya adalah bek asal Southampton, Van Dijk.

Pemain yang wajahnya mirip dengan vokalis Maliq yang memiliki lagu berjudul Menari, Untilted, ataupun Dia tersebut, berhasil menjadi sosok sentral di lini pertahanan Liverpool.

Sejak kedatangannya ke Anfield, lini belakang Liverpool jadi makin kokoh macam istilah untuk memanggil pemilik toko material. Untuk statistik dan segala macam, bisa dicari sendiri di Google. Bukti paling konkret adalah raihan PFA Player of the Year 2019.

Pada sebuah sesi wawancara, Van Dijk pun mengungkapkan rahasia yang dilakukannya sebelum sampai di titik seperti saat ini.

Ia menyarankan agar para pemain muda untuk perbanyak main. Tentu saja main yang dimaksud adalah main bola. Bukan main main PUBG atau main-main ke tempat pijat. Kalau hal-hal seperti itu yang justru dilakukan, mungkin bakal sulit jadi pemain bola.

Sewaktu muda, Van Dijk mengaku sering bermain di jalanan dengan teman-temannya. Kalau perlu pakai gawang sandal, lalu mainkan juga anak bawang.

“Saran apa yang bisa saya berikan untuk bek-bek masa depan? Saya bilang kepada mereka untuk meneruskan bermain di jalan bersama teman-teman. Anda harus tetap rendah hati, bekerja keras, dan menikmati setiap bagian dari perjalanan hidup,” tegas Van Dijk dikutip dari Liputan6.

“Saya juga senang menjadi seorang striker pada saat itu. Dengan cara itu, saya memahami apa yang dipikirkan striker,” kata Van Dijk

Namun Van Dijk juga tidak memungkiri bahwa pengalaman dan jam terbang di level profesional akan sangat membantu. “Tentu saja, pengalaman di level profesional juga sangat penting,” sambungnya.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here