Legenda Belanda yang lancar banget bahasa Belanda, Marco van Basten, memiliki gagasan brilian agar aturan offside dihapus. Van Basten ingin membuat sepak bola lebih jujur, dinamis, dan menarik, jika perlu sekalian saja bebas korupsi dan memihak pada rakyat kecil.

Van Basten saat ini direkrut FIFA untuk mengembangkan teknik permainan sepak bola. Itulah mengapa, mantannya Milan itu berpendapat bahwa salah satu meningkatkan kualitas permainan adalah dengan memperbarui aturan yang sudah lama berlaku serta menekankan tambahan hukuman pada pemain untuk efek jera.

Salah satu yang jadi perhatian van Basten adalah aturan offside. Bagi Anda yang belum tahu offside itu apa, silakan tanya pada rekan sebelah Anda yang mengerti sepak bola. Jika masih belum tahu juga, silakan tulis “offside” di halaman Dewan Syuro Google.

Menurut van Basten, dengan menghapus offside, permainan jadi lebih atraktif, menarik, dan menghibur. Bahkan membuka kesempatan bagi para striker untuk ‘ngendok’ kayak lagi main petak umpet.

Saat ini, sebuah tim bisa saja menumpuk sembilan pemainnya ditambah satu kiper di area kotak penalti untuk bertahan. Jika boleh, sekalian sama pelatih dan staf tukang pijetnya. Akibatnya, kotak penalti bisa ramai banget kaya driver Go-Jek lagi menunggu pesanan di pinggir jalan.

“Kami tetap harus improvisasi permainan. Ada banyak variasi yang perlu diuji dalam beberapa tahun ke depan,” kata van Basten yang hingga saat ini masih berkebangsaan Belanda.

“Akan lebih menarik jika tanpa offside. Anda bisa lihat, saat ini sepak bola seperti bola tangan di mana ada sembilan sampai sepuluh pemain di barisan pertahanan. Kalau tidak ada offside, bisa saja terciptanya gol menjadi lebih banyak,” sambungnya dalam wawancara bersama Sport Bild.

Selain itu, van Basten juga mengusulkan agar tendangan penalti dilakukan seperti olahraga hoki. Yakni dengan menggiring bola dari tengah kemudian satu lawan satu dengan kiper. Dengan sistem itu, pemain dengan kiper lawan juga bisa berpelukan mesra.

Bukan hanya offside dan penalti, pemain yang jago banget pada masanya itu juga membahas kemungkinan menghilangkan kartu kuning dan kartu merah. Memang banyak maunya si van Basten ini. Tapi memang begitulah manusia, memang sudah tugasnya.

Menurutnya, pemain yang seharusnya menerima kartu kuning bisa diusir kapan saja. Kemudian bisa masuk lagi setelah beberapa saat. “Pertandingan jadi tidak enak dinikmati dan sulit dimainkan apabila 10 melawan 11 pemain. Apalagi delapan melawan sembilan,” kata van Basten.

Sebenarnya, ada cara jitu buat tim agar tidak terkena kartu kuning apalagi kartu merah. Yakni dengan tidak melakukan pelanggaran. *tamat

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here