Lazio dan Inter Milan mengutamakan asas saling berbagi dan berkeadilan sekaligus mengutamakan sila kelima Pancasila dalam laga Seri A tadi malam. Kedua tim bukan hanya berbagi skor dan poin, tetapi juga berbagi kartu merah.

Pada laga bertajuk big match ini kedua tim memang sama-sama ingin menang. Tidak ada yang namanya mau ngalah dalam setiap pertemuan mereka. Bahkan Inter menggunakan jersey yang mirip dengan final Piala UEFA kala mereka membantai Lazio pada tahun 1998.

Ternyata, hasilnya tidak seperti yang diharapkan Inter pada 1998 lalu. Mungkin sudah 22 tahun juga, remaja-remaja saat itu sudah pada punya anak, anaknya sudah pada bisa ngecengin Emyu dan Liverpool yang dibantai tadi malam.

Lautaro Martinez membawa keunggulan buat Inter saat pertandingan baru berjalan setengah jam. Dia dapat bola untung-untungan dari Ivan Perisic, lalu mengontrol bola satu kali setelah itu balik badan langsung tembak.

Di babak kedua, Lazio mampu membalasnya lewat sundulan otak depan Sergej Milinkovic-Savic. Bola sebenarnya sudah mampu ditepis Samir Handanovic, tapi ditepisnya ke dalam gawang.

Drama belum berhenti saat mereka saling berbagi gol. Soalnya setelah ini mereka saling berbagi kartu merah. So sweet… Uwu banget.

Ciro Immobile kena kartu merah duluan setelah dia kedapatan menampar Arturo Vidal sambil terjatuh. Immobile agak kesal karena Vidal menekelnya sebelum insiden penamparan. Ketika Vidal menghampiri Immobile yang terjatuh, Immobile lalu menampar Vidal.

Seperti pada umumnya pemain bola, pasti dengan mudah pura-pura kesakitan dilebih-lebihkan itu wajah. Macam Sergio Busquets gitu lah.

Namun, Patric Gil sukses membalaskan dendam itu kepada pemain Inter lainnya, Stefano Sensi. Kali ini giliran Patric yang pura-pura kena tampar saat Sensi mau melakukan lemparan ke dalam.

Baru kali ini Sensi begitu ‘sensi’. Bukannya mengurus masker saja lebih baik banyak pahala, ini si Sensi malah ‘sensi’ menampar-nampar orang segala. Sensi pun kena kartu kuning kedua dan otomatis kena merah.

Meski saling berbagi, rupanya kedua pelatih tetap tidak puas. Terutama Simone Inzaghi yang nyinyir karena anak asuhannya kena kartu merah akibat acting yang digunakan pemain lawan. Padahal, pemainnya juga sama saja sebenarnya.

”Immobile tahu dia telah melakukan kesalahan. Bahkan, saat Vidal memprovokasi dirinya. Dari sini dapat terlihat, Vidal memang lebih licik dari Immobile,” ujar Simone Inzaghi dikutip dari Republika.

”Itulah sepak bola. Kami memiliki semangat dan bermain cukup apik. Kami merasa, raihan tiga angka sudah ada di tangan kami. Namun, kami malah kebobolan saat tengah berada dalam momen terbaik kami di laga itu, saat kami mendominasi permainan,” kata Conte.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here