Mancehster United belakangan ternyata diketahui bukan hanya hobi mengumpulkan hasil buruk saja, tetapi juga utang. Dikabarkan bahwa utang “Setan Merah” mengalami peningkatan signifikan hingga triliunan rupiah.

Berkaca dari kata-kata almarhum Kasino Warkop DKI, “utang kok dipiara, kambing dipiara biar gemuk!” Mungkin kalimat tersebut cocok untuk ditujukan kepada MU.

Sudah performanya yang makin memburuk, hal terebut ternyata berpengaruh pada kondisi finansial mereka.

Seperti dilansir Detik dari Sky Sports, MU kini memiliki hutang yang meningkat hingga 55,5 persen dalam angka keuangan terbarunya yang dirilis pada hari senin kemarin.

Kalau hutangnya hanya karena membayar cicilan telepon atau kredit motor, pasti biasa saja. Paling-paling nanti dicegat sama ‘matel’ di pinggir jalan yang sambil bawah handphone komunikator.

Tapi hutang yang dipunya MU ini totalnya hingga triliunan rupiah. Entah kalau dikonversi ke dollar Zimbabwe sampai berapa lagi jumlahnya. Mungkin angka nolnya saja ada belasan jumlahnya.

Utang klub milik keluarga Glazers itu mencapai 384,5 juta paun atau setara Rp 7,018 triliun, dari yang sebelumnya 247,2 juta paun atau sekitar Rp 4,5 triliun.

Tak bisa dibayangkan uang sebanyak itu kalau dibelikan cilok, bisa dibagi untuk seluruh penduduk berapa kecamatan.

https://twitter.com/Sporf/status/1196427374860161024?s=20

Padahal, klub sebelumnya sempat mengumumkan kenaikan pendapatan di kuartal pertama musim 2019/2020. Pendapatan The Red Devils disebut mencapai 135,4 juta paun atau Rp 2,47 triliun, naik sekitar 400 ribu paun dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan komersial menyentuh angka 80,4 juta paun (Rp 1,4 triliun), naik 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Namun, klub memprediksi pendapatan tahunan 2020 menurun menjadi sekitar 560-580 juta paun, dibandingkan dengan 627,1 juta paun untuk musim 2018/2019 yang rilis Juni.

Penurunan pendapatan yang dialami MU sendiri tidak terlepas dari buruknya performa mereka.

Kegagalan masuk Champions dan masuk Liga Malam Jumat membuat pendapatan hak siar yang didapat MU hanya 32,9 juta paun, turun 23,1 persen dan 9,9 juta paun pada kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Meski MU sedang berada dalam situasi yang cukup tidak bersahabat, namun CEO Ed Woodward masih nampak tenang dalam menangani klub. Ia melihat bahwa visi misi klub berjalan sesuai yang diinginkan.   

“Kami memiliki visi yang jelas dalam hal filosofi dan rekrutmen sepakbola. Investasi signifikan yang telah kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir di bidang-bidang seperti transfer, infrastruktur rekrutmen, analitik dan akademi kami, sudah mulai berbuah,” katanya dikutip dari Detik.

“Kami sangat bangga mendekati pertandingan ke 4.000 yang menampilkan pemain akademi, dan kami sangat optimistis mengenai talenta muda yang cukup besar yang saat ini bergabung,” jelasnya.

Main photo: dailymail.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here