Pertandingan Segunda Division alias La Liga 2 pada akhir pekan lalu diwarnai dengan insiden ujaran kebencian. Alhasil laga antara Rayo Vallecano kontra Albecete terpaksa harus ditunda.

Pada laga yang digelar di Stadion Campo de Futbol de Vallecas, panasnya atmosfer laga sudah terasa dari sisi tribun suporter tuan rumah. Maklum, namanya suporter tim kandang, pasti ingin menunjukan kesan angker untuk lawan. Harusnya dikosongkan saja itu tribun, pasti lebih terasa kesan angkernya macam kuburan.

Suporter tuan rumah lantas seperti biasa tidak ‘diem-diem bae’ tanpa ngopi. Seperti halnya saat menonton bola, suporter menyanyikan dukungan kepada tim pujaannya.

Namun buka hanya dukungan yang diteriakan, melainkan intimidasi dan ujaran kebencian kepada para pemain tim tamu. Macam kelakuan kelompok-kelompok di negera ber-flower saja yang seperti itu.

Para oknum suporter tersebut meneriakan hinaan kepada seorang pemain Albacete, Roman Zozulia. Kalau ceng-cengan macam kata-kataan nama bapak mungkin masih bisa diterima.

Namun, mereka meneriakan kata-kata yang kurang lebih seperti “Roman Zozulya Anda Nazi biadab”, seperti dikutip dari Football5star.

Tak hanya ujaran, para suporter itu juga membentangkan spanduk dengan kata yang sama. Sudah disiapkan banget sepertinya.

Wasit sempat menghentikan pertandingan meski akhirnya dilanjutkan kembali hingga akhir babak pertama.

Saat babak kedua akan dimulai, para pemain Albacete menolak masuk lapangan dengan alasan hinaan para fan tersebut. Setelah sang pengadil menunggu beberapa saat, pertandingan akhirnya resmi ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Masalah antara fans Vallecano dan Zozulya sebenarnya sudah bermula dari 2017 silam. Saat itu pemain asal Ukraina bermain untuk Vallecano. Tak ayal, dia hanya bertahan setengah musim di sana dan tidak pernah dimainkan karena protes para penggemar.

Zozulya dianggap tidak sejalan dengan ideologi yang dipercaya pendukung Vallecano karena mantan pemain Real Betis itu mendukung tentara Ukraina.

Hal ini lantas dipandang oleh Ernesto Valverde yang mengatakan sepak bola seharusnya jadi alat untuk mempersatukan bukan untuk memecah belah.

“Orang-orang bisa mengekspresikan apa saja di dalam stadion, selama ada rasa respek kepada semua orang. Sepakbola harusnya menjadi sesuatu yang menyatukan kita, bukannya memecah belah,” tutur Valverde, seperti dilansir Detik.

Main photo: @bbcsport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here