Inter Milan mencapai kegagalan besar di Liga Champions bahkan gagal comeback ke Liga Europa musim ini. Setelah kegagalan tersebut, Inter bisa lebih fokus ke Seri A. Meski hampir kalah juga.

Melawan Cagliari di Pulau Sardinia yang jauh dari Pulau Weh, Inter berhasil melakukan comeback 3-1 setelah tertinggal 0-1. Rada plot twist karena penonton berharap Inter kalah di laga ini sehingga media sosial bisa lebih ramai dari konten-konten Romelu Lukaku yang sempat jadi bek lawan di Liga Champions kemarin.

Dengan menggunakan kostum tandang kotak-kotak macam motif sarung Atlas sarungnya para santri, Inter berhasil memenangkan laga ini. Memang tampaknya kostum itu bawa hoki. Kenapa Inter tidak mencoba ganti warna saja jadi biru putih biar kayak PSIS Semarang. Siapa tahu lebih hoki.

Memang rasanya jarang melihat Inter kalah menggunakan kostum tersebut. Entah kenapa ada saja hokinya.

Inter sempat rada kurang hoki saat serangan-serangan mereka digagalkan Alessio Cragno yang tampil ganteng malam itu. Cragno sampai melakukan saves sampai empat kali. Saves-nya ini juga gila-gila banget, ada yang double saves segala.

Bahkan, Inter tertinggal dari gol Riccardo Sottil di penghujung babak kedua. Tendangan pantulan Sottil yang mengenai Milan Skriniar, ditembak lagi untuk masuk ke gawang. Mungkin Sottil sengaja mau one two sama musuh.

Seperti biasa Samir Handanovic cuma diam saja macam manekin Matahari. Malah dia marah-marah sendiri setelah itu. Entah kenapa, dia saja tak berusaha.

Untung lah kehokian mampir juga. Tendangan voli first time Nicolo Barella berhasil bersarang di gawang Cagliari.

Tak lama kemudian, Danilo D’Ambrosio mencetak gol untuk mengembalikan kedudukan saat pertandingan memasuki penghujung babak kedua.

Sebelum akhirnya ditutup Romelu Lukaku lewat sebuah serangan balik kilat melewati kiper Cragno dan dihajar habis-habisan ke gawang Cagliari. Sepertinya dia nafsu banget karena sebelumnya jadi bahan ceng-cengan sedunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here