Real Madrid dan Barcelona sama-sama berpesta usai duel El Classico akhir pekan kemarin. Keduanya sudah melupakan perselisihan dan beranjak move on. Semoga saja kedua pendukung pilkada DKI juga bisa move on kayak Madrid dan Barcelona.

Madrid berpesta dengan skor 6-2 atas tuan rumah Deportivo La Coruna. Alvaro Morata, James Rodriguez, Lucas Vazquez, Isco, dan Casemiro secara bergiliran membobol keperawanan kiper German Lux dan Przemyslaw Tyton.

Lux memang diganti pada jeda istirahat, belum diketahui karena cedera atau karena mainnya payah kebobolan tiga gol sehingga harus diganti Tyton. Yang jelas, Tyton juga nyatanya sama saja. Kebobolan tiga gol lagi di babak kedua.

La Coruna sebenarnya lumayan juga bisa mencetak dua gol ke gawang Madrid yang sok-sokan memasang Kiko Casilla. Kedua pemain yang beruntung itu bernama Florin Andone dan Joselu, warga asli Rumania dan Spanyol.

Zinedine Zidane pun puas dengan penampilan anak asuhannya. Bahkan sampai mengacungkan jempol segala. Pasalnya, pelatih botak mutlak itu memang sengaja memasang pemain lapis keduanya macam Isco, James, Marco Asensio, Morata, dan Vazquez. Rupanya mereka bisa main sama baiknya dengan tim lapis pertama.

“Tak hanya soal enam gol yang bisa kami kemas, tapi penampilan mereka semua. Mereka pemain yang tak selalu dimainkan tetapi kali ini mereka fenomenal,” ujar Zidane.

Barca Juga Berpesta

Bukan cuma Madrid, pesaingnya si Barcelona juga turut berpesta. Bahkan skornya lebih besar lagi dari apa yang sudah didapat Madrid. Ini seolah seperti bocah yang lagi main bola sore hari, banyak-banyakan gol tak peduli gawangnya pakai tiang atas atau enggak.

Barcelona yang kostumnya merah-biru kayak Spiderman itu tak tanggung-tanggung lawan Osasuna. Cenderung jadi raja tega, mencukur habis Osasuna sampai 7-1.

Entah bagaimana Barca bisa membobol gawang Osasuna sebanyak itu, padahal lawannya pakai satu kiper. Mungkin perlu ditambah kipernya biar tidak kebobolan banyak.

Adalah Lionel Messi, Andre Gomes, Javier Mascherano, dan Francisco Alcacer yang bergiliran membobol Osasuna yang dikawal Salvatore Sirigu. Gomes dan Alcacer bahkan sampai dua kali.

Hasil gambar untuk barcelona osasuna 7-1
Syahdunya para pemain Barca usai menjebol gawang Osasuna. (Source: Sky Sports)

Luis Enrique kemudian mengungkapkan kunci kemenangan atas Osasuna. Bukan sekadar mencetak gol lebih banyak dari lawan, tetapi mampu mempertahankan intensitas dan ritme permainan dengan cepat.

“Laga melawan Osasuna merupakan kesempatan bagi pemain yang memiliki menit bermain minim. Kami memulai pertandingan dengan baik dan memegang kendali sepanjang 90 menit,” ucapnya.

Madrid dan Barcelona sama-sama mengoleksi 78 poin tetapi Madrid masih punya tabungan satu pertandingan lagi sehingga punya kesempatan untuk unggul tiga poin.

Main photo credit: Sky Sports

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here