Sebuah usaha yang bagus dari Inter Milan untuk bisa menyamakan kedudukan melawan Real Madrid patut mendapat pujian. Sayangnya usaha tersebut masih kurang lantaran Inter tetap saja kalah 2-3 dari Madrid.

Pada laga bigmatch yang ditayangkan TV nasional SCTV itu, Madrid dan Inter menghadirkan partai yang lumayan seru. Minimal enggak ngantuk ditontonnya.

Madrid sejak awal sudah beberapa kali mengancam pertahanan “Nerazzurri“, bahkan garis pertahanannya Inter sampai rendah sekali. Ditumpuk saja pemainnya di depan gawangnya sendiri.

Meski demikian, Inter tetap memiliki celah yang mampu dimanfaatkan Karim Benzema untuk bisa berhadapan satu lawan satu dengan Samir Handanovic. Untung saja masih berhadapan satu lawan satu dengan Handa, coba kalau dengan Tuhannya, bisa nunduk senunduk-nunduknya.

Menghadapi Handa, jelas Benzema tidak ada takut-takutnya. Dia mampu dilewati begitu saja tanpa basa-basi. Sambil terhuyung-huyung, Benzema dengan tenang menendang bola ke gawang yang kosong.

Tak lama kemudian, Sergio Ramos mengeluarkan jurus pamungkasnya. Yakni mencetak gol lewat sundulan korner. Entah sudah berapa gol dia ciptakan dari jurus pamungkasnya itu.

Itu kalau di GTA, mungkin tinggal pencet kode “RAMOS KORNER”, maka keluarlah jurus Ramos menyundul bola dari sepak pojok.

Sebelum babak pertama berakhir, Inter mampu memperkecil ketinggalannya. Sebuah tendangan Lautaro Martinez gagal dimentahkan kiper berhidung mancung, Thibaut Courtois.

Menit ke-67, Inter akhirnya bisa menyamakan skor. Ivan Perisic yang gerakannya meragukan, tahu-tahu bisa menendang bola dengan pelan lalu masuk ke gawang Courtois.

Skor 2-2 sudah cukup girang bagi Inter. Para Interisti sudah ngarep bisa comeback jadi 3-2, bahkan kalau perlu 8-2 sekalian biar kayak skor sahabatnya Madrid di La Liga.

Ternyata itu semua hanya angan-angan belaka. Usaha sudah bagus, tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Pada menit ke-80, Madrid lah yang sukses mencetak gol kemenangan. Rodrygo yang menerima umpan silang membelah awan dari Vinicius, dengan telak menembak bola ke gawang Handa yang diam saja seperti patung.

Kalau katanya admin Manchester United Indonesia, “Ada yang diam tapi bukan patung.” Begitu katanya.

Gara-gara kekalahan ini, Inter berada di dasar klasemen grup Liga Champions. Mereka masih belum juga bisa menang di UCL musim ini setelah dua laga imbang, dan sekali kalah.

Yang menarik, Antonio Conte malah senang dengan hasil ini. Padahal Inter berada di dasar klasemen. Namun, Conte melihat pada usaha ketimbang hasil.

“Tentu saja hasil akhir meninggalkan rasa getir di mulut bagi saya dan para pemain,” ujar Conte kepada Sport Mediaset disalin dari Goal.

“Pertandingan seperti ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk peningkatan, tapi saya tidak tahu berapa banyak tim yang datang ke Madrid dan memainkan pertandingan seperti ini. Kami tertinggal dua gol dan berhasil menyamakannya, dan kemudian melewatkan peluang untuk berbalik unggul.”

Sedangkan Zinedine Zidane menuturkan kelegaannya bisa memenangkan laga ini setelah disamakan 2-2. Hampir saja fans Madrid banting remote TV-nya.

“Kami memulai laga dengan baik dan tampil menekan. Kami lalu unggul 2-0, tetapi kebobolan dan tak bisa bermain sesuai keinginan,” kata Zidane di laman resmi UEFA yang disalin dari INews.

“Situasinya selalu penuh tensi, karena kami menghadapi lawan tangguh. Kami kesulitan, namun bisa memberikan dorongan, karena para pemain layak meraih kemenangan,” ujarnya.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1323727251683176448
SHARE
Previous articleWasit Senior Kritik Juniornya di Laga Milan-Roma
Next articleLiverpool Cetak WWWWW, Atalanta Jadi Nerazzuri KW
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here