Uruguay telah tersingkir dari gelaran Copa America 2019. “La Celeste” gagal melangkah ke semi final setelah kalah penalti di babak tos-tosan. Luis Suarez jadi satu-satunya pemain yang gagal mengeksekusi tendangan 12 pas.

Tersingkirnya Uruguay oleh Peru tidak diprediksi banyak pihak. Apalagi melawan tim yang hanya lolos berkat status peringkat ketiga terbaik. Memang yang namanya sepak bola tidak ada yang tahu hasil akhir. Bukan hitam putih seperti acaranya Deddy Corbuzier. Seperti kata-kata bijak dalam dunia sepak bola saja, “hanya yang di atas dan bandar yang paling tahu hasil akhir”.

Pada laga yang digelar di Arena Fonte Nova, Uruguay memang memegang kendali jalannya permainan. Bahkan Peru tak dikasih kesempatan satu kali pun menendang ke arah gawang. Cukup magabut sebenarnya Muslera di laga itu.  

Sementara Uruguay berhasil melepaskan 12 tendangan dengan tiga yang mengarah ke gawang. Tapi nasib sial dialami oleh Uruguay. Kalau dulu kena tiang tiga kali merupakan tanda sial. Ternyata pada masa kini cetak gol tiga kali yang dianulir jadi pertanda mendapat nasib buruk.

Uruguay sejatinya sempat tiga kali mencetak gol ke gawang Peru yang dijaga kiper dengan rambut bergaya anak vespa reggae alias gimbal.

Pada menit ke-35 Giorgian De Arrascaeta mencetak gol yang dianulir karena offside. Setelah itu Cavani dan Suarez juga mencetak gol di babak kedua yang sama-sama dianulir karena keduanya telah offside setelah ditinjau dari VAR.

Pemain dan pelatih boleh berencana, tapi VAR yang ujungnya menentukan. Hingga 90 menit pertandingan, skor masih tetap 0-0.

Laga dilanjutkan ke babak adu penalti. Luis Suarez yang mengambil eksekusi pertama di babak tos-tosan itu secara mengejutkan gagal menyelesaikan tugasnya. Sementara sembilan penendang setelahnya baik dari Uruguay maupun Peru sukses mencetak gol.

Laga pun usai dengan skor 5-4 untuk kemenangan Uruguay. Luis Suarez terlihat sangat terpukul setelah pertandingan. Tidak berhenti sedihnya macam habis terima undangan dari mantan terbaik.

“Luis sangat sedih,” kata Cavani, seperti dikutip Bola.com. Cavani mengatakan Suarez merasa bersalah atas kegagalan itu. Apalagi mengingat Uruguay jadi tim dengan pengoleksi gelar Copa America terbanyak dengan 15 trofi.

 “Dia gagal di momen krusial. Namun begitulah sepak bola dan kehidupan. Kadang Anda menang, kadang Anda kalah. Kami sebelumnya sudah menjuarai Copa, tapi hari ini kami tersingkir. Kami harus menerimanya,” katanya.

Main photo: @bbcsport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here