Uruguay Terbuai, Menangnya Kurang Banyak

0
127
Uruguay's midfielder #10 Giorgian De Arrascaeta (R) heads the ball to score his team's first goal during the Qatar 2022 World Cup Group H football match between Ghana and Uruguay at the Al-Janoub Stadium in Al-Wakrah, south of Doha on December 2, 2022. (Photo by François-Xavier MARIT / AFP) (Photo by FRANCOIS-XAVIER MARIT/AFP via Getty Images)

Uruguay sepertinya harus menyesali pertandingan terakhirnya saat kemenangan 2-0 atas Ghana ternyata masih kurang. Skor 2-0 belum cukup buat mereka untuk lolos ke babak 16 besar. Salahnya sendiri, terlalu terbuai dan nyaman dengan skor tersebut sampai mereka lupa kalau nasib mereka juga ditentukan oleh pertandingan lain.

Uruguay mengalahkan Ghana yang tampil ngotot di laga ini melalui dua gol pemain kurang terkenal, Giorgian de Arrascaeta. De Arrascaeta mencetak dua gol hanya dalam kurun enam menit di babak pertama.

Ghana yang bertajuk mau balas dendam 2010 sebenarnya berpeluang unggul setelah dapat penalti. Namun, lagi-lagi kejadiannya sama kayak 2010. Penaltinya gagal. Ada-ada saja ini Ghana, entah maunya apa.

Sebaliknya, Uruguay justru mampu unggul setelah penalti Ghana gagal. Mereka langsung unggul 2-0 lewat dua gol De Arrascaeta tadi. Unggul dua gol mereka merasa di atas angin. Padahal makin ke atas, angin bertiup lebih kencang. Para pemain Uruguay malah mengendurkan serangan dan membiarkan Ghana lebih menguasai permainan. Akhirnya, mereka tidak bisa menambah gol lagi.

Padahal, Uruguay sebenarnya bisa saja terus menyerang dan menambah gol. Tujuannya untuk mencari gol sebanyak-banyaknya karena mereka akan adu produktivitas dengan Korsel apabila Korsel memenangkan laga.

Kasusnya mirip-mirip Jerman, Uruguay merasa Portugal bisa mengatasi Korsel, minimal seri. Sehingga dalam hal ini Uruguay lah yang akan melaju.

Namun, situasi Uruguay tidak sesulit Jerman yang kudu menang 8 gol. Mereka cukup menang 3 gol dan saat itu sudah unggul 2-0, butuh satu gol saja untuk lolos ke 16 besar.

Ketika tahu Korsel mencetak gol di akhir-akhir laga, Uruguay punya kesempatan setidaknya 10 menit untuk mencetak gol. Waktu 10 menit sangat lebih dari cukup untuk mencetak satu gol.

Apalagi, Ghana juga tidak bermain bertahan. Seringkali terjadi situasi pemain Uruguay lebih banyak dari pemain bertahan Ghana di kotak penaltinya Ghana. Ghana sendiri juga butuh gol, mereka butuh setidaknya 2 gol untuk bisa seri 2-2. Jika itu yang terjadi, maka selisih gol Ghana 7-7, Korsel 4-4, dan Uruguay 2-4. Jadi Ghana yang akan melaju.

Karena Ghana butuh gol, mereka pun main menyerang sehingga melupakan lini pertahanan dan Uruguay dengan sangat amat mudah menyerang pertahanan Ghana yang begitu terbuka. Tapi konyolnya, tidak ada gol tercipta. Mereka kurang usaha untuk mendapatkan satu gol saja.

Sampai akhir-akhir laga, tak tampak kiper Uruguay maju ke kotak penalti Ghana saat mendapat bola mati. Jadi seperti nanggung banget usahanya.

Akhirnya, wasit meniup peluit panjang dan Ghana sukses mengajak Uruguay untuk pulang bareng. Minimal, Ghana bisa rada tertawa membalaskan dendam mereka kepada Uruguay pada 2010.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here