Penampilan impresif Matteo Guendouzi bersama Arsenal menuai berkah. Ditambah dengan kondisi Paul Pogba yang sedang cedera, Guendouzi dipanggil timnas Prancis untuk kali pertama.

Kalender sepakbola akan segera memasuki jeda internasional. Hal ini berarti libur panjang bagi pemain-pemain culun yang tidak dipanggil timnas.

Negara-negara di Eropa akan menjalani pertandingan kualifikasi untuk EURO 2020 nanti. Begitu pun dengan Prancis yang sepanjang sejarah terus mengikuti kualifikasi EURO dan tak pernah menjalani kualifikasi Piala Asia.

Sejumlah pemain langganan dipanggil untuk menjalankan tugas kenegaraan. Nama-nama pemain yang tampil membawa Prancis menjadi juara dunia di Rusia kembali mengisi skuat “Les Blues”.

Akan tetapi kabar buruk harus diterima oleh gelandang lini tengah mereka, Paul Pogba, yang harus absen karena cedera.

Tapi di balik cederanya Pogba, hal itu menjadi kabar bahagia bagi Guendouzi. Pemain yang kalau tinggal di Indonesia sudah pasti nama panggilannya adalah “Kibo” atau “Kiting” itu dipanggil untuk mengisi skuat timnas Prancis senior untuk pertama kalinya.

Pemain yang rambutnya 11-12 dengan David Luiz itu memang menunjukan performa yang bagus bersama Arsenal dalam beberapa laga terakhir.

Didatangkan pada musim pertama era Unai Emery, Guendouzi terus menunjukan perkembangan performa. Pada musim ini, namanya pun turut mencuri perhatian pada laga bertajuk “NLD” alias Ngalor London Derby a.k.a derbi London Utara.

Absennya Pogba akibat cedera saat membela MU, membuat Didier Deschamps tidak ragu untuk memanggil anak muda berusia 20 tahun itu untuk mengisi skuatnya.

Sebelumnya Guendouzi merupakan pemain timnas Prancis U-21. Kabar terkait pemanggilannya disampaikan oleh pelatih timnas U-21, Sylvain Ripoli.

“Sebenarnya saya sedang tidur siang dan seseorang mengetuk pintu kamar saya. Saya tidak menjawabnya karena saya benar-benar sedang terlelap. ‘Lalu telepon saya berdering dan rupanya pelatih menelepon. Dia bilang “Saya yang mengetuk pintu” dan selanjutnya. Tentu saja saya segera bangun dan membukakan pintu!,” ujar Guendouzi dikutip dari Detik.

“‘Lalu dia bilang, “Kemarin Matteo, kita harus bicara.” Lalu dia berkata “Saya sangat menyukaimu tapi kamu harus pergi,” sambungnya.

“Apakah itu artinya saya harus pergi? Apa maksudmu?” Dia bilang, “Sebenarnya kamu dipanggil ke timnas senior Prancis. ‘Pertama-tama saya seperti tak percaya. Padahal saya masih tidur 10 menit lalu – saya pikir sedang bermimpi,” demikian ujarnya.

Prancis akan melawan Albania pada Sabtu, 7 September 2019, dan Andorra pada Selasa berikutnya.

Main photo: @aftvmedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here