Sebuah laga big match Premier League terjadi pada tengah pekan kala Arsenal bertandang ke Old Trafford markas Manchester United. Sayang kedua tim harus berbagi satu poin setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit.

Jalannya pertandingan sendiri memang tidak diharapkan, namun seperti yang sudah diperkirakan. Banyak pihak yang menduga bahwa jalannya pertandingan antara dua tim labil ini akan berjalan kocak.

Padahal tidak. Laga tadi malam berlangsung kocak banget, bukan hanya kocak. Para pemain kedua tim terlihat sangat lembek dan tidak ada gairah di atas lapangan. Mungkin lain kali ada baiknya agar Mad Dog disuruh duduk di pinggir lapangan biar menontonnya terasa lebih greget.

Dengan latar belakang kedua tim yang merupakan raksasa Premier League kita tentu mengharapkan pertandingan yang berjalan sengit. Kalau bisa juga terjadi hujan gol dengan skor misalnya 31-24. Tapi yang terjadi tidak demikian.

Sepanjang laga tim tuan rumah melepaskan 16 tembakan berbanding 10 milik tim tamu.

Laga sendiri berjalan di bawah rintikan gerimis yang kononnya kalau habis naik motor harus langsung keramas katanya agar tidak pusing dan jadi demam.

Gol baru tercipta di akhir babak pertama melalui tendangan keras pemain muda MU, Scott McTominay yang entah siapanya Scott Emulsion.

Mendapat bola operan dari Marus Rashford di depan kotak penalti, McTominay langsung melepaskan tendangan keras setelah mengontrol bola.

Tendangan McTominay sempat mengenai Sokratis yang nama keduanya sulit untuk diucapkan bahkan juga diketik. Bola lantas bergulir berbelok arah sedikit ke atas hingga membingungkan Bernd Leno yang hanya terdiam macam lagunya Maliq and D’Essentials.

Arsenal baru bisa menyamakan kedudukan di babak kedua tepatnya menit ke-58 melalui striker gacoan mereka, Pierre-Emerick Aubameyang.

Kesalahan koordinasi lini belakang MU membuat operan dari Axel Tuanzebe gagal dijangkau Victor Lindelof.

Bola lantas langsung disambar Bukayo Saka dengan sebuah operan ke Aubameyang. Ashley Young sempat mengangkat tangan mengira bola offside. Asisten wasit juga mengangkat bendera. Tapi Aubameyang tetap menuntaskan operan tersebut hingga menjadi gol dengan tendangan L1+kotak.

Beruntung ada VAR. Wasit yang kemudian mendapat ‘bisikan’ dari VAR akhirnya memutuskan untuk gol. Keputusan yang terlihat sangat ugal-ugalan dari hakim garis. Untung saja Aubameyang tidak terdistraksi seperti lagu Danilla. Kalau ia mengira offside, bisa-bisa malah tidak jadi ditendang ke gawang bolanya.

Kasihan David De Gea yang mungkin andai ia tidak melihat Young mengangkat-angkat tangan, bola bisa ditepisnya.

Hingga laga usai, tidak ada gol tambahan yang tercipta skor 1-1 bertahan untuk kedua tim. Arsenal kembali naik ke peringkat keempat dengan 12 poin. Sementara MU di posisi ke-10 dengan sembilan poin.

“Saya rasa tim berjuang dengan sangat baik hari ini. Kami memetik satu poin. Selalu sulit bertanding di sini, jadi kami akan menerimanya,” komentar Unai Emery dikutip dari Detik.

“Tidaklah mudah ketika Anda kebobolan tepat sebelum turun minum. Tapi kami bangkit di babak kedua dengan semangat besar.”

Sementara Solskjaer menyesal timnya gagal mempertahankan keunggulan atas Arsenal di laga itu.

“Kami unggul 1-0 dan kemudian kami tidak mendapatkan gol kedua yang ingin kami dapatkan. Itulah pembelajaran sekarang untuk saat ini,” ungkap Solskjaer, mengutip dari Okezone.

https://twitter.com/Football__Tweet/status/1178767059582427136?s=20

Main photo: lajmi.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here