Paul Scholes adalah salah satu gelandang terbaik Manchester United dan Inggris sepanjang masa. Namanya merupakan salah satu legenda MU sebab seumur hidupnya ia hanya membela satu tim saja. Siapa sangka kalau dirinya pernah galau ingin pindah dari sana?

Bergabung dengan generasi binaan terbaik “The Red Devils” yang lebih dikenal dengan nama “The Class of ‘92”, Scholes mempersembahkan berbagai gelar sepanjang kariernya. Meskipun dikenal sebagai salah satu “one club man”, baru-baru ini Scholes mengungkapkan bahwa dirinya nyaris saja pindah ke klub lain pada akhir kariernya.

Scholes yang bermain untuk “Setan Merah” sejak tahun 1993 sebenarnya sempat menyatakan pensiun jelang musim 2010/2011 berakhir. Namun mungkin dia bingung mau ngapain setelah pensiun. Mau bikin kontrakan, sudah banyak uangnya. Sedangkan Nyaleg terlalu mainstream.

Akhirnya pemain dengan postur yang terhitung pendek dan tidak setinggi tiang Indihome itu memutuskan untuk kembali merumput. Bukan di ladang bersama sapi-sapi tentunya, melainkan ia ‘comeback’ untuk kembali membela klub yang ia bela sejak dulu itu.

Mantan gelandang timnas Inggris itu bahkan bermain lagi hingga 16 bulan lamanya untuk MU. Ia baru benar-benar memutuskan pensiun pada tahun 2013 bersamaan dengan pensiunnya juga Sir Alex Ferguson.

“Saya pensiun di saat yang salah. Ferguson sempat membujuk saya untuk tetap bermain, tetapi saya menolaknya saat itu,” ujar Scholes seperti dilansir dari Liputan6.

Pada pertengahan musim setelah pensiun pertama Scholes, MU kemudian lumayan menderita karena tidak memiliki sosok gelandang bertahan yang tangguh. Sebagai salah satu alumni, Scholes kemudian menawarkan kembali jasanya untuk membela MU.

https://twitter.com/Squawka/status/910810587545948160

“Tetapi saat Natal tiba saya melihat MU menderita karena kami tidak punya gelandang bertahan. Saya langsung bicara dengan asisten manajer, Mike Phelan, untuk membantu tim. Dan dia bilang itu ide yang hebat,” ujarnya menjelaskan.

Setelah membicarakan hal tersebut kepada Phelan, Scholes kemudian berencana bertemu dengan Sir Alex keesokan harinya. Ia mengatakan bahwa dirinya bahkan menunggu Ferguson sejak pagi hari.

Setelah bertemu dan menyampaikan niatnya, Ferguson ternyata menerima kembalinya Scholes dengan tangan terbuka. Apa jadinya kalau tangannya tertutup, tak ada yang tahu.

Scholes mengakui bahwa dirinya masih gatal untuk bermain sepak bola. Bagaimana tidak, selama belasan tahun ia biasa setiap hari menendang bola.

Ketika pensiun tentu masih ada reflek-reflek kaki yang selalu ingin menendang. Salah-salah malah orang di depannya yang ditendang sama Scholes. Apalagi di sana tak ada bedak Caladine.

“Jika Ferguson berkata tidak pasti saya sudah pergi dari MU. Sebab saya gatal sekali untuk bermain lagi. Namun semuanya berjalan lancar. Ferguson menjabat tangan saya dan saya pun kembali ke MU,” ujarnya.

Selama bermain di Premier League, Scholes mencatat sebanyak 499 pertandingan dengan mencetak 107 gol.

Main photo: standard.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here