Serie A musim lalu masih sama saja seperti musim-musim sebelumnya. Tiap tim mendapat jatah bertanding sebanyak 38 kali, pertandingan tidak digelar di lapangan voli, dan tidak ada yang satu minggu bermain sebanyak lima kali. Satu hal lain yang tetap sama sejak beberapa tahun silam adalah juara di akhir musim tetap itu-itu saja.

Sempat mendapat perlawanan dari tim-tim lain selama berlangsungnya musim, ujung-ujungnya Juventus juga yang juara. Namun perlahan klub Italia lainnya mulai berkembang dan menyesuaikan dengan kehebatan “Si Nyonya Tua”. Salah satunya adalah AS Roma yang sempat menembus babak semi final Liga Champions di musim lalu.

Roma pun bertekad untuk kembali menunjukan performa yang lebih baik untuk musim depan. Salah satu pemain muda berbakat mereka, Cengiz Under, yang penampilannya tidak under, menegaskan ingin membawa timnya finis minimal di posisi dua besar klasemen Serie A.

Tidak apa-apa pasang target realistis minimal dua besar tidak langsung juara. Pasalnya Juventus sendiri baru kedatangan salah satu cyborg sepak bola bernama Cristiano Ronaldo. Asal targetnya jangan 21 besar, karena tim peserta Seri A cuma 20.

Meski juara dua tidak dapat piala serta tidak ada juara harapan satu, namun jika berhasil finis di posisi dua minimal mereka bisa ikut Liga Champions kembali. Syukur-syukur kalau bisa jadi peringkat satu walau Roma tetap tidak bisa ikut Piala Dunia.

“Target kami musim ini adalah finis di dua besar Serie A, karena musim lalu kami finis di peringkat ketiga. Saya berharap bisa memainkan peran penting untuk meraihnya,” ujar Under dikutip dari Liputan6.

Under sendiri tak terlalu banyak dikenal ketika didatangkan “Giallorossi” dari Istanbul Basaksehir pada tahun lalu. Under yang nama belakangnya bukan Estimate atau Rated, baru berusia 20 tahun ketika diboyong ke Roma.

Kala itu banyak yang menganggap pembelian Under untuk menggantikan Mohamed Salah itu hanyalah lelucon belaka. Pemain Turki itu dianggap terlalu mahal untuk ukuran pemain muda sebab Roma mendapatkannya dengan biaya 13,4 juta euro.

Dugaan bahwa Under hanyalah pembelian cuma-cuma dan tidak bisa diretur makin menjadi-jadi karena dirinya menjadi pengoleksi menit bermain paling sedikit hingga tengah musim. Namun perlahan Under membuktikan dirinya bukanlah pelawak pada paruh musim selanjutnya dengan penampilan impresif.

Total pemain yang gaya bermainnya dikatakan mirip Paulo Dybala ini mencetak delapan gol dan dua assist di musim pertamanya dari 32 laga.  Kini Under ingin membawa Roma untuk meraih lebih banyak prestasi di musim depan.

“Saya hanya mencetak delapan gol musim lalu, tapi saya ingin makin meningkat di musim ini. Saya tak pernah mencetak gol sampai laga melawan Verona dan di wawancara sebelumnya saya katakan bahwa ketika saya berhasil memecah kebuntuan, saya tak akan melihat ke belakang. Hal itu terbukti tepat dan saya bangga,” tutur Under.

Main photo: chiesaditotti.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here