Pihak kepolisian dan PSSI-nya Italia (FIGC) sedang melakukan penyelidikan atas beredarnya selebaran kontroversial di kalangan suporter Lazio saat lawan Napoli. Selebaran tersebut bukan ujaran kebencian yang banyak dilakukan di bidang politik, apalagi menjelang Pilpres begini.

Selebaran tersebut berisikan agar wanita dan anak-anak diimbau tidak berada di tribun yang ditempati para ultras atau sebutan suporter garis keras di Italia. Gara-gara cewek, mereka dapat kecaman banyak orang.

Sebenarnya fans Lazio ini maksudnya baik. Pasalnya, tribun belakang gawang memang diisi para fans yang gila-gila banget. Segala macam makian ada di sana, potensi rusuhnya juga besar. Hal itu menjadikan tempat menonton tersebut menjadi tidak aman bagi wanita dan anak-anak.

Ternyata, hal itu memicu banyak kecaman. Muncul komentar-komentar nyinyir tak beda dengan yang ada di warga Indonesia. Segala kesalahan kecil saja dikomentari.

 

https://twitter.com/dw_sports/status/1031776168683495424

Bagi beberapa kalangan, selebaran itu dianggap diskriminasi bagi kaum perempuan. Banyak yang menganggap seksisme dalam sepak bola merupakan bentuk kemunduran. Harusnya semua tribun penonton di stadion terbuka untuk siapa saja.

Soalnya, bunyi selebaran tersebut memang hanya boleh ditempati oleh pendukung yang sudah ‘langganan’ berada di sana. Ini yang bikin tidak adil.

“Wanita dan anak-anak agar tidak mengisi 10 baris pertama Curva Nord. Itu adalah ruang suci bagi kami. Peraturan ini tidak tertulis, tetapi harus dihormati,” demikian bunyi pesan tersebut dikutip Liputan6. 

Seorang juru bicara polisi Roma mengatakan bahwa penyidik telah mengantongi dua nama tersangka yang merujuk pada kasus tersebut. Namun, polisi yang tidak disebutkan namanya itu enggan merinci identitas dua tersangka yang dimaksud. Jadi sementara, sebut saja “Mawar” dan “Melati”.

Sementara itu, salah seorang pejabat FIGC yang notabene mantan penyerang Timnas wanita Italia, Carolina Morace, menyebut pesan yang disampaikan lewat selebaran itu sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

“Kami kembali ke abad pertengahan. Saya harap mereka yang terbukti terlibat dalam selebaran itu dilarang masuk stadion,” kata Carolina Morace, dikutip The Guardian yang di-copas lagi dari Liputan6.

Main photo: 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here