Catatan 100 persen dihasilkan timnas Indonesia yang menjalani laga ketiga Kualifikasi PIala Dunia. Sayang catatan tersebut merupakan 100 persen kekalahan. Menjalani laga tandang ke markas Uni Emirat Arab, “Timnas Garuda” dihancurkan dengan skor 0-5.

Setidaknya timnas tetap menunjukan konsistensi dengan terus menerima kekalahan dari tiga laga yang telah dijalani. Semuanya dilibas dengan form L alias loss a.k.a kalah. Kekalahan ini membuat Indonesia setia jadi yang paling buncit dari lima tim di Grup G.

Bukan buncit gara-gara cacingan tentunya, melainkan telur poin yang belum pecah hingga saat ini. Indonesia berada di peringkat kelima dengan nol poin dan berada tiga poin di bawah Malaysia.

Sementara itu kemenangan membuat UEA melejit ke puncak klasemen dengan enam poin hanya dari dua laga saja. Thailand menguntit di peringkat kedua dengan empat poin.

Pada laga ini, perubahan akhirnya dilakukan oleh Simon McMenemy di posisi penjaga gawang. Andritany yang bermain di dua laga awal posisinya digantikan Wawan Hendrawan.

Sayangnya sudah ganti kiper, ternyata kebobolannya malah makin banyak. Sebelumnya Andritany mentok di kebobolan enam gol di dua laga. Tapi jangan sombong dulu. “Hold my es teh” mungkin kata Wawan Hendrawan.

Dalam satu laga saja ia sudah kemasukan lima gol. Cukup kebobolan satu lagi, ia akan menyamai rekor kebobolan Andritany di babak kualifikasi ini.

Mungkin saat ini Andritany sedang tersenyum jahat melihat bahwa bukan dirinya lah yang kembali menjadi penyebab kekalahan. “Fufufu sudah rasakan itu para netizen, siapa suruh menyalahkanku pada pertandingan yang sebelumnya…” mungkin begitu ujarnya.

Pada laga itu, UEA membuka keunggulan di menit ke-41 melalui Khalil Ibrahim. Berawal dari bola umpan lambung ke arah gawang, Wawan melakukan hal yang sama dengan Lloris Karius. Bola yang ditangkapnya terlepas membuat Ibrahim dengan mudah mencetak gol pembuka.

Selepas babak kedua, UEA menggila dengan menambah empat gol. Gol kedua UEA dicetak Ali Mabkhout yang kembali dicetak setelah seorang pemain Indonesia melakukan kesalahan operan. Ali Mabkhout menambah dua gol di menit ke-63, dan ke-72 untuk melengkapi hattrick-nya.

Ditambah gol Tariq Ahmed di masa injury time, Indonesia kalah dengan skor telak 0-5.

Usai laga, Simon mengatakan bahwa turunya performa di babak kedua kembali menjadi kelemahan timnas Indonesia.

“Babak kedua semakin sulit dan jauh dari perkiraan kami. Harus kemasukan empat gol lagi. Situasi berubah. Namun demikian, saya tetap salut dan memberikan apresiasi kepada para pemain yang sudah memberikan segalanya di laga ini,” tutur Simon dikutip dari Detik.

Main photo: republica.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here