Menjadi incaran selama beberapa pekan, Thibaut Courtois akhirnya resmi bergabung dengan Real Madrid. Namun ternyata ketertarikan sudah ada pada diri Courtois sejak lama. Kiper Belgia itu mengungkapkan bahwa bergabung dengan Madrid merupakan impian masa kecilnya.

Madrid sejatinya tidak terlalu aktif pada bursa tranasfer musim panas ini. Setelah mendatangkan beberapa pemain muda, mereka akhirnya mendapatkan sosok kiper idaman yang telah mereka incar. Courtois resmi menjadi pemain Madrid dengan kontrak berdurasi sama seperti waktu pendidikan sekolah dasar alias enam tahun.

Bergabungnya Courtois terjadi di detik-detik akhir penutupan masa transfer Premier League. Hengkangnya Courtoius juga tidak lepas dari keberhasilan Chelsea yang membuat rekor kiper termahal setelah mendatangkan Kepa Arrizabalaga.

Namun transfer Courtois ke Santiago Bernabeu juga tidak lepas dari kontroversi. Sebab pemain yang hidungnya bisa jadi terjebak offside itu sempat menjadi idola saat dipinjam oleh Atletico Madrid. Bersama “Los Colchoneros”, Courtois dipinjam selama tiga musim sebelum akhirnya kembali ke Chelsea.

Courtois sendiri mengaku bahwa ia sempat menolak tawaran-tawaran dari klub besar demi bergabung dengan Madrid. Kiper berusia 26 tahun itu mengatakan sangat ingin bermain untuk “Los Blancos”.

“Saya menerima tawaran-tawaran pembayaran yang lebih baik namun saya ingin berada di klub terbaik di dunia dan dekat dengan anak-anak saya. Saat ketertarikan Madrid telah jelas, saya tidak ragu bahwa saya ingin berada di sini,” terangnya dikutip dari Liputan6.

https://twitter.com/EPLBible/status/1027815129587638272

Kecintaan Courtois pada Madrid juga ia tunjukan dengan cara mencium logo Madrid pada jersey yang ia kenakan. Menurutnya hal tersebut menunjukan kebanggannya bisa berkostum “Los Blancos”. Agak mainstream memang caranya.

Mungkin agar lebih memberikan kesan heroik, Courtois bisa saja mencium rerumputan stadion Santiago Bernabeu. Biar lebih dramatis lagi bisa dimakan sekalian itu rumput agar menunjukkan kesan lapar akan gelar. Kalau dia berani seperti itu, sudah tidak diragukan lagi kecintaannya pada peraih gelar Liga Champions musim lalu.

“Semua orang yang mengenal saya tahu betapa kerasnya saya bekerja untuk dapat berada di sini, dan saya bangga berada di klub terbaik di dunia,” ungkap Courtois.

“Saya telah memberikan yang terbaik sepanjang karier saya untuk bisa berada di sini, ini merupakan impian masa kecil saya, untuk melangkah di lapangan ini dengan seragam Real Madrid,” jelasnya.

Kedatangan Courtois ke Madrid jelas membuat posisi kiper utama sebelumnya yaitu Keylor Navas menjadi terancam. Memang pada masa kepelatihan Zidane, kiper Kosta Rika itu selalu menjadi pilihan utama. Pada awal bursa transfer musim panas ini pun Zidane sempat bersitegang dengan presiden Madrid, Florentino Perez. Sebab Zidane mengaku tak butuh kiper baru di skuatnya.

Courtois juga berpeluang untuk melawan mantan timnya pekan depan kala Madrid menjalani pertandingan kompetitif perdana di musim ini. Sebagai juara Liga Champions, Madrid akan melawan Atletico yang berstatus juara Liga Europa di Piala Super Eropa.

Madrid memboyong Courtois dengan biaya sebesar 35 juta euro saja. Jumlah tersebut bisa dibilang kecil untuk kiper sekelasnya. Namun hal tersebut juga wajar sebab Courtois hanya menyisakan satu tahun kontrak di Stamford Bridge.

https://twitter.com/FootyAccums/status/1027819766319329280

Main photo: Twitter EPLBible

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here