Inggris nampak kesulitan kala menghadapi Kolombia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018. Namun demikian, Dewi Fortuna nampaknya masih betah nempel-nempel sama Inggris. Entah kalau Dewi Persik yang terus nempel. Bisa-bisa digoyang tujuh hari tujuh malam buat dangdutan.

Pada Piala Dunia ini Inggris secara bertubi-tubi terus mendapat keberuntungan. Setelah berada di bagan tim-tim yang terhitung bukan unggulan, ditambah beberapa bumbu cocoklogi, kini kalimat “Football is coming home” kian mendekati kenyataan.

Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Inggris akhirnya melaju ke babak delapan besar setelah mengalahkan Kolombia pada babak adu penalti. Kemenangan ini membuat Inggris melaju ke babak selanjutnya untuk bertemu dengan Swedia yang telah lolos setelah mengalahkan Swiss.

Kolombia memeragakan permainan keras pada laga ini. Biasanya kalau sudah mulai keluar tekel-tekel ala lapangan licin habis dipel, merupakan tanda frustasi. Terhitung bahwa Kolombia melakukan 17 tekel pada laga tersebut berbanding enam yang dilakukan Inggris.

Pertandingan malam tadi juga dihitung lumayan keras. Apalagi jika dibandingkan dengan pertandingan catur yang sangat jarang ada pelanggaran fisiknya. Sepanjang pertandingan terjadi 36 pelanggaran dimana Kolombia melakukan 23 di antaranya.

Wasit pun bermurah hati dengan membagi-bagikan kartu kuning gratis kepada para pemain. Baik sekali wasit ini, macam Santa Claus saja. Tidak ada satu pun pemain yang dipungut bayaran dan diberikan kartu kuning secara cuma-cuma alias gratis.

Statistik mencatat bahwa enam kartu kuning dihadiahkan untuk “Los Cafeteros”, sementara Inggris hanya dapat dua. Belum ada pemain yang beruntung mendapat kartu merah pada laga tersebut.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1014254469784264706

Babak pertama tidak banyak peluang yang terjadi antara kedua tim. Kolombia sulit untuk menembus kotak penalti Inggris, sementara “The Three Lions” kurang bagus dalam penyelesaian akhir.

Inggris mendapat hadiah penalti pada menit ke-54 setelah Carlos Sanchez terlihat oleh wasit malah seperti main kuda tomplok sama Harry Kane. Padahal mereka sedang main bola.

Kane yang sepertinya sedang tidak mood untuk main kuda tompok dengan Sanchez akhirnya memilih untuk menjatuhkan diri. Walau rumput lapangan tak selembut spring bed hotel, Kane tetap jatuh sekalian beristirahat dengan tenang.

Eksekusi penalti yang diambil sendiri oleh Kane berhasil diselesaikan dengan sempurna. Kini Kane menjadi pemuncak top skor Piala Dunia dengan enam golnya. Jumlah tersebut musatahil disusul oleh Cristiano Ronaldo bahkan Lionel Messi sekalipun.

Kolombia berusaha untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun upaya mereka belum juga membuahkan hasil. Hingga pada akhirnya di masa injury time, Yerry Mina tanpa “waka-waka ee” menunda kemenangan Inggris.

Berawal dari tendangan sudut Juan Cuadrado yang dilakukan pertama kalinya bagi Kolombia di laga ini. Sekalinya tendang langsung bisa gol.

Bola kemudian disambut oleh Mina untuk ditanduknya ke tanah dan pojok gawang Jordan Pickford. Di sana sebetulnya ada Kieran Trippier yang bisa melakukan clearance tapi sundulannya clearance-nya tak sempurna. Entah karena badannya terlalu pendek atau apa.

Publik Inggris lantas terdiam setelah bola masuk ke gawang pada menit ke-93 tersebut. Memaksa “Tiga Singa” mesti melanjutkan babak tambahan yang berujung adu tos-tosan.

Mina sendiri telah mencetak tiga gol pada Piala Dunia kali ini. Mengalahkan Messi bahkan yang cuma bikin satu gol saja. Ketiga golnya juga dicetak hanya melalui sundulan saja. Apalagi jika ia mau pakai kaki, mungkin sudah jadi top skor Piala Dunia edisi ini. Belum lagi ia berposisi sebagai bek.

Kedua tim tetap gagal mencetak gol pada babak extra time yang membuat pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Dua penendang pertama kedua tim berhasil menunaikan tugasnya dengan baik.

Sementara Jordan Henderson yang mengambil tendangan ketiga untuk Inggris berhasil dibaca arahnya oleh David Ospina meski tidak melihat Google Maps. Penendang Kolombia bernama Uribe juga malah ikut-ikutan gagal mencetak gol setelah tendangannya membentur tiang gawang.

https://twitter.com/brfootball/status/1014260539051139077

Penendang kelima Kolombia yaitu Carlos Bacca juga ikutan gagal mengeksekusi setelah tendangannya diblok oleh Jordan Pickford. Eric Dier menjadi penentu kemenangan Inggris setelah ia berhasil mencetak gol keempat Inggris di babak adu penalti.

Itu merupakan kemenangan pertama bagi Inggris dalam adu penalti selama sejarah mereka di Piala Dunia. Bagi Inggris, penalti seolah seperti komentar warganet di Instagram, sangat mengerikan. Sebanyak beberapa kali dilakukan mereka tak pernah menang.

Gareth Southgate sendiri memuji penampilan anak asuhnya. Meski ia mengakui bahwa Inggris tidak tampil sempurna, namun Southgate senang timnya bisa menjaga ketenangan dan disiplin saat bermain.

“Saya sangat puas karena semua terlibat di laga ini. Kami pantas menang dan bermain sangat baik pada laga besar dengan tekanan luar biasa. Memang situasinya bisa saja lebih berat di akhir pertandingan, tapi kami bisa menjaga kedisiplinan kami dalam provokasi luar biasa dan kami menjaga pola permainan kami,” ujarnya dikutip dari Detik.

Sementara itu pelatih Kolombia Jose Pekerman tidak terlalu kecewa timnya tersingkir dari Piala Dunia. Sebab menurutnya Kolombia sudah tampil habis-habisan saat melawan Inggris.

“Kami sudah menjadi tim yang berani karena sudah habis-habisan. Kami tidak pernah melempar handuk ketika menghadapi lawan. Kami memiliki sikap dan pola pikir yang tepat,” tegasnya.

Main photo: @England

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here