Berita mengenai kepergian Dani Alves dan Leonardo Bonucci memang sudah beberapa bulan lalu. Seolah sebentar lagi bakal masuk ke gudang dan ditutup rapat. Tak ada pihak yang ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya jadi alasan kepergian mereka berdua dari Juventus.

Ternyata, namanya borok lama-lama terbuka juga. Apalagi kalau sampai ada bau menyengat. Pasti akan tercium juga. Kabar konflik pemain Juve saat final Liga Champions sepertinya makin teruji benar. Hal itu diungkapkan langsung oleh General Manager Juve, Beppe Marotta.

Ya, kekalahan di final Liga Champions memang bukan hanya meninggalkan luka mendalam bagi Juventini. Tapi juga menimbulkan isu perpecahan di ruang ganti saat pergantian babak.

Adalah Alves dan Bonucci yang ketika itu ramai diberitakan berkelahi dengan pemain Juve lainnya meski tak sampai adu pukul apalagi jambak-jambakan. Gosipnya ramai di media sosial, bahkan sampai detail kronologisnya.

Berawal dari kritikan Alves kepada Paulo Dybala, lalu Dybala dibela oleh Andrea Barzagli. Di situ timbul kritik-mengkritik, salah-salahan, dan keberpihakan. Gianluigi Buffon coba melerai, lalu muncul Bonucci yang berada satu kubu dengan Alves.

Ketika Buffon muncul, di sinilah Alves mengungkapkan kata-kata tak pantas buat si old man. Dia menghina kiper tua itu tanpa ada rasa takut kualat sama orang tua.

Alves tentu tidak meledek nama orang tuanya Buffon kayak yang sering dilakukan anak-anak sekolah di Indonesia dari zaman dulu sampai zaman sekarang. Tapi Alves dengan santai menyebut pemain terkutuk yang tak pernah juara Liga Champions. Betul-betul kurang ajar, ajarnya kurang. Alves betul-betul butuh tambahan ajar.

Bonucci Alves
Kabar soal ruang ganti pemain di final UCL yang ramai di media sosial. (Source: http://www.everydayalert.com)

Itulah yang membuat suasana makin panas memancing pemain lainnya. Beberapa pemain yang tadinya tidak ikut-ikutan lalu jadi ikutan kesal mendengar kaptennya dihina oleh Alves. Ibarat kata ada anak baru yang sudah sok-sokan jadi jagoan berani menantang legenda klub yang sudah mulai karatan di Juve.

Akhirnya mereka berdua pun pergi saat musim panas kemarin. Tidak ada alasan jelas kepergian mereka berdua. Padahal keduanya lagi bagus-bagusnya, jadi penggawa utama di kubu “I Bianconeri” yang kostumnya kayak zebra cross itu.

Ketiga pihak, baik Juve, Alves, dan Bonucci mencoba menutup-nutupinya. Terutama Bonucci yang masih mencoba menghargai Juve dan tak pernah mengungkapkan alasan sebenarnya. Paling-paling cuma isu keretakan hubungan dengan Massimilliano Allegri. Itu sih basi banget. Semua orang juga tahu.

Namun, belakangan Marotta membeberkan hal yang sebenarnya. Ternyata betul! Alves memang terlibat konflik seperti yang jadi isu di kalangan warganet yang pada sok tahu ketika itu.

“Dani Alves adalah kejutan sebenarnya. Seperti ada sebuah ledakan, awalnya ingin ke Manchester City lalu justru ke PSG. Juga ada momen saat kami terlibat konflik karena saya menginginkan para pemain menunjukkan profesionalitas kepada Juventus,” ucap Marotta dikutip Goal.

Jadi benar, bahwa isu tak sedap gara-gara tak pakai micin soal konflik di ruang ganti itu benar ada. Semacam cerita telenovela di mana penontonnya sibuk menerka-nerka. Sampai akhirnya ada satu episode yang menceritakan semuanya.

Alves Menyesal

Sub-judul di atas bukan berarti Alves menyesali perbuatannya di Juve. Pemain Brasil yang banyak tingkah kocak itu malah menyesal dengan keputusannya pindah ke Juve dari Barcelona.

Dia menyesal tidak melihat rekan-rekannya asal Brasil yang pernah gagal di Juve macam Diego dan Felipe Melo. Selain itu, ada koleganya juga yang kesulitan hidup di Turin karena minimnya lapangan pekerjaan.

“Saya mengambil keputusan ke Juventus tanpa melihat situasi orang-orang di sekitar saya. Tak mudah juga menemukan pesawat dari Turin untuk menjenguk anak saya di Barcelona. Banyak rekan saya kesulitan menemukan pekerjaan karena tidak banyak kesempatan di sini,” kata Alves.

Nah, terungkap sudah. Kepindahan Alves dari Juve karena konflik di final Liga Champions itu. Pantas saja Juve mainnya melempem banget di babak kedua kayak mendoan kelamaan nganggur di piring.

Main photo: @BrazilStat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here