AC Milan secara tidak terlalu mengejutkan kembali menelan hasil buruk. Menjamu Fiorentina di depan publik San Siro, “Rossoneri” malah kena tampar dengan skor 1-3. Catatan buruk juga mewarnai kekalahan Milan dari laga tersebut.

Untuk pertama kalinya, Milan menelan empat kekalahan dari enam laga pertama Serie A sejak musim 1938/1939. Masa-masa di mana mantan Presiden Soeharto bahkan masih jadi ABG.

Kini Milan terlempar ke peringkat ke-16 klasemen sementara setelah hanya meraih enam poin dari enam pertandingan. Mungkin bukan kena tampar lagi Milan akibat kekalahan tersebut. Melainkan kena gampar. Kalau tampar memang lebih halus rasanya. Tapi kalau gampar benar-benar menyakitkan sepertinya.

Broken heart sekali dibuatnya. Kalau sakit hati begitu, Milan sudah lolos melewati tes untuk seleksi sobat ambyar. Kini tinggal mendengarkan lagu dari Lord Didi Kempot saja sambil menangis tersedu-sedu.

Pada laga itu Franck Ribery tampil masih sama dengan gaya RX King miliknya seperti saat bermain untuk Bayern Munchen. Masih gacor sekali dia.

Tekanan yang dilakukan duet Ribery dan Federico Chiesa sejak menit awal, akhirnya berbuah gol di menit ke-14. Akselerasi Ribery yang bisa meliuk-liuk macam belut di dalam kotak penalti, diakhiri dengan tendangan yang mampu diantisipasi Gianluigi Donnarumma.

Bola tepisan lantas diambil Chiesa yang membuat Ismael Bennacer melakukan pelanggaran. Tendangan penalti yang diambil Erick Pulgar dapat dieksekusi dengan baik. Skor 1-0 untuk Fiorentina.

Kartu merah yang diterima Mateo Musacchio membuat Fiorentina makin leluasa menyerang. Tim tamu akhirnya menggandakan keunggulan di menit ke-66 melalui Gaetano Castrovilli.

Ribery membuat Fiorentina unggul tiga gol setelah mencetak gol yang cukup cantik. Mendapat bola di kotak penalti, Ribery mengelabui dua bek Milan dengan jurus klasik kotak+X sebelum melepaskan tendangan yang juga tak bisa dibaca dengan baik oleh Donnarumma.

Rafael Leao sempat membuat skor menjadi 1-3 dua menit berselang. Sayang hingga laga usai tak ada gol tambahan tercipta.

“Tim ini menunjukkan karakter yang hebat baru tiga hari lalu dan ketika itu saya menyaksikan sepakbola yang saya sukai. Malam ini, di level individu buruk. Tidak ada organisasi dan tanggung jawab kolektif,” ujar Marco Giampaolo dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Squawka/status/1178409198029299712?s=20

Main photo: @teammilanac

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here