Manchester City memastikan diri kembali meraih gelar Piala Liga Inggris atau yang lebih dikenal sebagai Carabao Cup. Bertanding di partai puncak yang digelar di Wembley Stadium, City menang dengan skor tipis 2-1 atas Aston Villa.

Carabao Cup ini sejatinya merupakan kompetisi yang tidak terlalu bergengsi dibanding turnamen domestik lainnya di Inggris macam FA Cup apalagi Premier League. Tampak culun begitu pokoknya.

Macam kalau sedang class meeting, paling-paling Carabao Cup ini hanya sekelas lomba debat Bahasa Indonesia. Kurang menarik jika dibanding dengan tarik tambang atau lomba lainnya.

Apalagi hadiah dari Carabao Cup ini terhitung sangat sedikit. Bagai recehan kembalian minimarket saja yang dulu kadang diganti dengan permen.

Pemenang Carabao Cup diketahui hanya meraih 100 ribu poundsterling saja. Untuk gaji Kevin de Bruyne selama seminggu paling-paling. Berbeda dengan FA Cup yang memberikan 3,6 juta poundsterling untuk pemenang.

https://twitter.com/Squawka/status/1234189410352021506?s=20

Tapi tetap saja yang penting bisa raih trofi. Tidak seperti tim apa itu yang lambangnya unggas dari London Utara yang katanya lemari trofinya sudah berdebu.

City pun membuatnya macam jadi kompetisi pribadi karena dalam tiga tahun terakhir, gelar juara tidak di-passing ke tim lain. Digiring sendiri saja sama mereka.

Pada jalannya laga itu City memang tampil lebih superior dibanding tamunya. Total 22 tembakan dilepaskan armada Pep Guardiola sepanjang laga. Berbanding lima tendangan milik Aston Villa.

City pun unggul cepat saat laga berjalan 20 menit. Umpan L1+segitiga alias terobosan lambung Rodri mampu disambar Phil Foden dan diteruskan Sergio Aguero dengan tendangan badruk alias memantul tanah.

Hanya 10 menit berselang giliran Rodri yang mencetak gol             memanfaatkan sepak pojok Ilkay Gundogan yang diakhiri dengan sundulan.  

https://twitter.com/brfootball/status/1234182078100627457?s=20

Laga sepertinya akan berakhir dengan skor asal-asalan setelah itu. Namun Villa justru membuat kejutan dengan gol balasan empat menit jelang laga usai lewat sundulan Mbwana Samatta yang berasal dari negara anti-mainstream, Tanzania.

Pada babak kedua tidak ada gol tambahan yang dibuat kedua tim. Skor 2-1 bertahan hingga akhir laga.

“Ini mengagumkan. Kami kesulitan di menit-menit awal dan menit-menit terakhir. Mereka memiliki dua peluang bersih di menit-menit awal tapi kami bermain dengan sangat baik, terutama di babak kedua,” dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Squawka/status/1234204258406289409?s=20

Main photo: tarafdari.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here