Meski sudah rada renta, Francesco Totti tak henti-hentinya jadi pahlawan Roma. Totti sukses jadi penentu kemenangan timnya atas Cesena di perempat final Coppa Italia tadi malam. Bahkan dia disejajarkan dengan petinju legendaris, Muhammad Ali, oleh pelatihnya, Luciano Spaletti.

Hingga pada menit ke-90-an, Roma memang masih ditahan Cesena yang gurem itu 1-1. Beruntung, pada menit ke-95 mereka dapat kado penalti dari wasit meski tidak sedang berulang tahun.

Totti yang sudah memasuki kepala empat seharusnya menghabiskan masa tuanya dengan berinvestasi atau bisnis. Bisnis laundry atau aqua galon misalkan.

Namun, Totti masih tetap bermain bola bahkan kuat main 90 menit. Dia pun percaya diri mengambil eksekusi penalti tersebut. Tak perlu diragukan lagi, pemain yang satu ini sudah khatam urusan beginian.

Tak ada rasa deg-degan seperti pertama kali bertemu calon mertua. Totti menghadapi kiper Federico Agliardi yang kurang terkenal itu dengan tenang. Jangankan Agliardi yang tidak jago-jago amat itu, Totti sudah sering menghadapi kiper jauh lebih berkelas di atas itu yang seangkatannya seperti Gianluigi Buffon, Dida, sampai Julio Cesar.

Meski hanya lewat penalti, Spaletti tak henti-hentinya memuji kaptennya itu. Selain ganteng, Totti memang memberikan warna yang berbeda dalam permainan Roma.

“Jika Anda memainkan Totti di sesi latihan, atau saat dia bermain dengan anaknya di taman, atau saat perempat final Coppa Italia, semuanya sama saja. Dia selalu membuat keajaiban,” ucap pelatih botak itu, dikutip Football Italia.

Spaletti bahkan menyamakan Totti dengan petinju legendaris Muhammad Ali. Menurutnya, Totti tak hanya jago menembak cewek yang sudah jadi istrinya itu, tapi juga lihai membuat knock down (K.O) lawan.

“Dia seperti legenda Muhammad Ali tapi di dunia sepak bola. Totti selalu memberikan permainan terbaik dan selalu tahu caranya membuat K.O lawan,” tambahnya.

Gol penalti tersebut menjadi gol ketiga bagi Totti musim ini. Dua gol sebelumnya bukan dicetak ke gawang PS TNI atau Persegres Gresik United, melainkan ke gawang Sampdoria dan Torino.

Pada laga semifinal nanti, “I Giallorossi” akan bertemu teman satu kosannya, Lazio. Meski satu kos-kosan, Lazio tak pernah ramah dengan Roma. Mereka selalu bertengkar seperti meributkan harta warisan.

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here