Brasil secara mengejutkan mampu menggeser Jerman di peringkat pertama FIFA. Tentunya dalam cabang sepak bola, bukan polo air apalagi berkuda. Namun, meski mampu jadi peringkat pertama tak menjamin “Tim Samba” bakal tampil hebat di Piala Dunia 2018 nanti.

Hal itu dikemukakan oleh pelatihnya, Tite, yang namanya singkat, jelas, dan padat. Buat apa peringkat pertama kalau tak juara Piala Dunia. Begitulah pikirnya. Juara Piala Dunia lebih gereget.

Bagi Tite, gelar internasional adalah yang terpenting. Bahkan, pelatih yang jago banget bahasa Portugisnya itu tidak tahu kalau timnya berada di urutan teratas.

“Saya tak terlalu peduli, bahkan saya tidak tahu kami jadi nomor satu di rangking FIFA. Tapi ada peringkat itu ada baiknya karena menunjukkan konsistensi kami,” ucap pelatih yang pekerjaannya melatih.

Hasil gambar untuk mad dog greget
Ini baru gereget (Source: Youtube – Abiel tm)

Brasil sukses menduduki ranking 1 FIFA pada bulan Juli 2017. Hasil tersebut tak lepas dari keberhasilan Tite membawa Brasil meraih delapan kemenangan beruntun di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL. Setiap kemenangan pastinya membawa poin yang bikin peringkat mereka jadi naik dan juara kelas.

Rentetan kemenangan itu tidak hanya membawa Brasil jadi ranking 1 FIFA, tapi juga memastikan Neymar dan kawan-kawan lolos ke Rusia, selaku tuan rumah Piala Dunia 2018.

Meski begitu, Tite justru mewaspadai anak asuhnya dengan tekanan yang besar kepadanya. Pada 2014 lalu, saat mereka jadi tuan rumah, Brasil tampak main dengan beban. Dipaksa harus menang, jadinya main tak lepas bahkan sampai dibantai Jerman 1-7 begitu.

Inilah yang diwaspadai Tite. Dia ingin agar timnya bisa menghadapi tekanan. Memang kalau ditekan-tekan rasanya sakit, apalagi kalau kebelet kencing lalu perutnya ditekan-tekan.

“Tekanan pada saya adalah untuk membuat tim bermain dengan baik. Pesan untuk semua orang Brasil adalah bahwa bakat saja tidak bisa memenangkan Piala Dunia, ini tentang kerja keras dan dapat menghadapi tekanan,” tambahnya.

Brasil memang tim yang favorit juara dari dulu. Tak pernah kekurangan pemain. Bahkan bisa bikin tiga timnas sekaligus sama bagusnya. Itulah mengapa, tekanan memang selalu besar dari warga mereka sendiri.

Main photo: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here