Judul artikel di atas bukan berisi tentang kabar transfer pemain di bursa transfer musim panas yang sebentar lagi bakal dibuka. Melainkan sebuah kabar duka. Ya, Cheick Tiote, mantan gelandang Newcastle United, kini telah meninggalkan kita semua untuk selamanya. Tiote resmi ditransfer dari kehidupan di dunia ke kehidupan di akhirat.

Tiote yang kini bermain di klub China, Beijing Enterprises, sejak Februari lalu, meninggal dunia saat latihan. Penyebab meninggalnya tentu saja karena nyawanya dicabut dan tak bernafas lagi. Tapi lebih dari itu, kemungkinan besar pemain asal Pantai Gading itu meninggal karena serangan jantung.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa klien saya, Cheick Tiote, meninggal dunia hari ini setelah kolaps di sesi latihan dengan klubnya, Beijing Enterprises. Kami tak bisa berbicara lebih banyak pada saat ini dan kami meminta privasi keluarganya untuk dihargai di masa sulit ini. Kami memohon doa Anda semua,” ungkap Emmanuele Palladino, agennya.

Tiote yang beragama muslim meninggal pada tanggal 5 Juni 2017 atau tanggal 10 Ramadhan 1438 Hijriyah. Semoga Tiote meninggal dengan khusnul khotimah karena pergi di bulan yang penuh berkah.

Bahkan, beberapa jam sebelum meninggalkan dunia, mantannya Twente itu sempat mengingatkan rekannya, mantan penggawa Roda JC, Yusuf Abubakar Tumi, untuk selalu ingat surga ketimbang dunia.

“Dunia suatu saat akan berakhir, tapi surga tak akan pernah ada akhirnya,” tulis Tiote saat lagi What’s App-an dengan Yusuf, seraya mengucapkan pesan pada kita semua.

https://twitter.com/YusufTAbubakar/status/871752386926313474

Pemain yang sebentar lagi bakal berulang tahun ke-31 pada 21 Juni nanti itu, cukup lama membela Newcastle. Yakni sekitar enam setengah musim. Selama enam setengah musim di Newcastle, dia cuma mencetak satu gol saja. Tapi golnya tersebut sangat indah dan bakal dikenang warga bola sedunia.

Gol satu-satunya itu dicetak ke gawang Arsenal pada 2011 di Liga Primer. Saat itu Newcastle tertinggal telak 0-4 di babak pertama. Sedikit demi sedikit gol tercipta oleh “The Magpies” sampai pada akhirnya Tiote mencetak gol penyeimbang jadi 4-4 pada menit ke-87.

Berawal dari tendangan bebas Joey Barton di sisi kanan, kemudian dihalau pakai sundulan beknya Arsenal. Bola belum sempat menyentuh tanah langsung dihajar pakai kaki oleh Tiote. Bola meluncur deras ke gawang Arsenal tanpa mengucapkan “Assalamualaikkum”.

“Saya terpukul mendengar berita mengenai mantan pemain sekaligus sahabat saya, Cheick Tiote. Tak ada yang melupakan saat Newcastle bangkit dari ketinggalan 0-4 menjadi hasil imbang. Itu laga yang tak terlupakan melawan Arsenal. Gol Tiote saat itu merupakan salah satu yang paling ikonik dalam sejarah Premier League,” kata Alan Pardew.

Selamat jalan, Tiote. Semoga Allah memberikan tempat terbaik buat Anda. Al Fatihah!

https://twitter.com/101greatgoals/status/871784880694333440

Main photo: Eurosport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here